WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Kamis (30/07/2026) sore, suasana di gedung sekretariat Perkumpulan Sambo Indonesia (Persambi) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) tampak ramai.   

Seolah tak mau kalah dengan deru mesin kendaraan roda dua dan roda empat yang melintas, pekikkan suara sejumlah orang, laki-laki dan perempuan, yang ada dalam gedung sekretariat membuat suasana di Jalan Pulau Laut RT 04/RW 01 Kelurahan Antasan Besar, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, Kalsel kian "berisik". 

Dari salah satu sudut gedung yang terlihat sederhana, di mana terdapat tumpukan pecahan-pecahan tembok tepat di depan pintu masuk arena latihan, sementara di bagian lain area berjejer motor sedang terparkir, terdengar pula lantunan lagu era 2000-an "mau dibawa kemana hubungan kita" dari grup band Armada. Lantas, apakah yang tengah terjadi ?  

Pantauan Wartabanjar.com, sejumlah orang di dalamnya tak lain adalah para siswa atlet cabor Sambo Provinsi Kalimantan Selatan. 

Mereka tengah berlatih mengasah kemampuan sambonya, sebuah aktivitas penting yang tak bisa mereka lewatkan begitu saja sebagai seorang atlet. 

Keringat bercucuran membasahi sekujur tubuh mereka, sementara nafas terengah-engah jadi teman setia, demi naik level menjadi atlet sambo berprestasi. 

Baca Juga: Enam Siswa Kalsel Raih Medali Kejurnas Sambo Sumsel, Empat Atlet Peserta KKO SMAN 2 Banjarmasin

Baca Juga: Mitchell Baker On Fire, Timnas Indonesia Bisa Pesta Gol Lagi Lawan Timor Leste di Piala AFF 2026

Dari dalam gedung berwarna coklat dan dihiasi dua papan nama bercat putih, dan yang tepat berada di tepi Jalan Pulau Laut itulah, lahir atlet-atlet sambo Kalsel yang sukses meraih 6 medali: 4 emas, 1 perak, dan 1 perunggu pada Kejurnas Open Gubernur Cup Sumatera Selatan pada 24-27 Juli 2026 di Palembang. 

Di balik torehan sukses itu, tentunya ada tokoh belakang layar yang punya andil besar, ialah pelatih sambo. 

Kepada Wartabanjar.com, pelatih sambo Kalsel, Ricky Fajar, mengurai cerita suka dan duka menjadi pelatih.