Ia menceritakan, menjadi seorang pelatih olahraga beladiri seperti Sambo di Kalimantan Selatan, khususnya saat membina atlet dari nol (pemula) hingga mereka bisa naik ke podium juara, adalah sebuah perjalanan yang penuh warna.

Ricky mengungkapkan, ada rasa lelah yang luar biasa, namun ada juga kebanggaan yang tidak bisa dinilai dengan uang.

Melatih pemula usia sekolah, tutur Ricky Fajar, butuh kesabaran ekstra. Kadang para atlet binaannya datang berlatih dengan semangat tinggi, tapi di hari lain bisa mogok, menangis karena kelelahan, atau kehilangan fokus.

"Pelatih harus bisa memosisikan diri sebagai orang tua sekaligus teman. Menjadi pelatih Sambo untuk pemula hingga juara bukan sekadar profesi, melainkan sebuah pengabdian," katanya kepada Wartabanjar.com.

"Di balik kerasnya bantingan dan kuncian Sambo, ada hati pelatih yang selalu ingin melihat anak-anak didiknya tumbuh menjadi ksatria yang tangguh, baik di dalam maupun di luar matras, sesuai jargon Sambo Kalsel solid tanggung berprestasi," ungkapnya lagi.

Ricky Fajar menejelaskan, dukungan pemerintah daerah Kalsel serta petuah-petuah Ketua Sambo Kalsel, H Afrizaldi kepada tim Sambo Kalsel, membuat tim Sambo Kalsel optimis bisa jadi yang terbaik di tingkat nasional dan internasional. (wartabanjar.com/Yohanes)