WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Kabar kurang baik datang dari sebuah pondok pesantren di Jalan Cemara Ujung, Sungai Miai, Kecamatan Alalak, Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, beberapa hari ini.

Beredar di berbagai media sosial, ada dugaan tindak kekerasan terhadap santri oleh seniornya di asrama.

Jumlah santri yang menjadi korban dikabarnya mencapai belasan orang.

Hal ini tentu saja meresahkan para orangtua yang menyekolahkan anaknya di ponpes, terutama yang menimba ilmu di ponpes tersebut.

"Saya jadi resah mendengar berita seperti ini, karena satu putra saya tengah mondok di sebuah ponpes di Banjarbaru," ujar Agus, warga Banjarmasin yang membaca berita mengenai kasus ini di media social, Jumat (14/8/2026).

Baca juga: Polresta Banjarmasin Ungkap Kasus Video Pornografi Editan AI, Korban 7 Perempuan Satunya Diduga Pejabat

Baca juga: Dewi Damayanti Pimpin KPP-D Kalsel, Siap Kawal Isu Perempuan dan Anak

Seorang santri kelas II Madrasah Aliyah mengaku kena pukul kakak tingkat di perut dan kemudian mengadu kepada orangtuanya.

E, orangtua santri tersebut, menceritakan peristiwa pada Sabtu (8/8/2026) tersebut.

Ketika itu anaknya bersama sejumlah teman dikumpulkan di halaman oleh kakak Angkatan hingga terjadilah tindak kekerasan.

Putra E sempat dibawa ke RSUD Ansari Saleh Banjarmasin untuk menjalani pengobatan dan diperkenankan pulang.

Namun E tidak mengirim anaknya ke ponpes karena sang buah hati masih trauma.

Dalam sebuah wawancara, Suyatno, koordinator asrama ponpes tersebut, mengakui adanya kabar mengenai tindak kekerasan.

Dia pun menyampaikan persoalan ini tengah diselesaikan.

Sedangkan Chusnul, kepala asrama, mengaku masih mendalami kejadian tersebut dan menjalin komunikasi dengan orangtua santri.

Mengenai korban yang disebut-sebut mencapai belasan, dia belum dapat memastikan karena masih didata ustadz dan mudabbir.

Namun berdasarkan pendataan sementara, bentuk kejadian yang dilaporkan tidak seragam. Sebagian berupa verbal, tetapi memang terjadi pula sentuhan fisik.

Sejumlah orangtua dating dan membawa anaknya untuk menjalani pemeriksaan medis.