WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN
PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan (Bank Kalsel) resmi meluncurkan kampanye kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat bertajuk AKSEL Virtual Run 2026: Reforestasi dengan tagline utama "Sehat Diri, Bumi Lestari” Dari Pesisir ke Pegunungan". 

Kegiatan AKSEL Virtual Run 2026 digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin mengatakan kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan AKSEL Virtual Run 2024 yang berhasil menanam 7.400 bibit mangrove di kawasan pesisir Banua. 

"Pada penyelenggaraan tahun ini, Bank 
Kalsel mengalihkan fokus restorasi ekosistem darat menuju dataran tinggi, tepatnya di kawasan hutan kaki Pegunungan Meratus, Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, Mandiangin," bebenya.

Melalui  gerakan sosial berbasis kolektif ini, setiap akumulasi jarak lari peserta akan dikonversikan menjadi bibit Pohon Ulin (Eusideroxylon zwageri), vegetasi endemik khas Borneo yang dikenal sebagai kayu 
besi.

Satu Gerakan, Dua Lanskap Banua: Komitmen Green Banking

Sebagai Bank Pembangunan Daerah, Bank Kalsel memiliki peran ganda yang strategis, tidak hanya menggerakkan roda perekonomian daerah, tetapi juga menjaga kelestarian ekosistem Kalimantan Selatan. 

Sejalan dengan pilar Taksonomi Hijau Indonesia yang dicanangkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), program ini memperkuat posisi Bank Kalsel sebagai pionir Green Banking di Kalimantan. 

Pemilihan Pohon Ulin sebagai fokus reforestasi tahun ini memiliki landasan ekologis dan emosional yang kuat. Pohon Ulin merupakan simbol daya tahan dan investasi jangka panjang masyarakat Banua. 

Tumbuh perlahan namun sanggup bertahan hingga ratusan tahun, Ulin 
merepresentasikan nilai-nilai perbankan Bank Kalsel yang senantiasa tumbuh kokoh dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi generasi mendatang. 

Penanaman ini sekaligus menjadi respon nyata atas ancaman depresiasi populasi Ulin di alam liar. 

Baca Juga Diduga Jadi Korban Kekerasan, Sejumlah Santri Ponpes Jalan Cemara Ujung Banjarmasin Trauma

Baca Juga Kasus Begal Payudara di Kabupaten Banjar, Dosen ULM Nilai Tak Sekadar Gangguan Mental

Mekanisme Gotong Royong Digital (#LangkahJadiUlin)