WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Warisan Berharga Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, resmi ditetapkan sebagai Ingatan Kolektif Nasional (IKON) Tahun 2026.

Penetapan tersebut berdasarkan Keputusan Kepala Perpustakaan Nasional RI Nomor 154 Tahun 2026, tentang Penetapan Naskah Kuno sebagai Ingatan Kolektif Nasional (IKON) Tahun 2026.

Pengakuan tersebut mencakup khazanah manuskrip karya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, dan para zuriatnya yang berasal dari abad ke-18 hingga ke-19.

Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Alhabsyi, mengatakan karya-karya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari memiliki cakupan keilmuan yang luas, dan hingga kini menjadi rujukan.

“Karya-karya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari memang luar biasa, menjadi rujukan kita, meliputi keagamaan, sastra, sejarah hingga pengobatan tradisional,” ungkapnya saat menghadiri IKON 2026 di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta Pusat, Kamis (24/09/2026).

Menurutnya, penetapan tersebut juga menjadi pengingat pentingnya menjaga manuskrip, yang masih berada di tangan masyarakat, tokoh agama maupun pihak lainnya.

Habib Idrus berharap, upaya preservasi terus dilakukan agar naskah-naskah bersejarah tersebut tidak rusak, hilang maupun terlupakan.

Baca Juga: Polres Banjar Selidiki Dugaan Penimbunan BBM, Relawan Pakai Air Sabun Padamkan Kebakaran di Indrasari

Baca Juga: Hampir 100 Desa Terdampak Karhutla, Pemkab Banjar Siapkan hingga 150 Personel Tambahan

“Manuskrip yang masih berada di masyarakat, tokoh agama dan pihak lainnya perlu terus kita jaga dan rawat, agar tetap ada untuk generasi mendatang,” ujarnya.

Salah satu zuriat Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, Tuan Guru Haji Ahmad Zaini Zein juga menyambut penetapan warisan tersebut sebagai IKON 2026.

Ia berharap pengakuan tersebut tidak hanya menjadi bentuk penghargaan, tetapi juga memperluas manfaat dari khazanah keilmuan, yang diwariskan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.

“Syukur alhamdulillah. Dengan ini, mudah-mudahan kita dapat terus menjaga dan merawat hingga generasi mendatang, bahwa kita memiliki ulama yang diakui oleh dunia,” ucapnya.

Guru Zaini Zein juga berharap, naskah-naskah kuno lainnya yang masih berada pada zuriat Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, maupun pihak lain dapat turut dijaga dengan baik.