Hampir 100 Desa Terdampak Karhutla, Pemkab Banjar Siapkan hingga 150 Personel Tambahan
WARTABANJAR.COM, GAMBUT - Pemerintah Kabupaten Banjar menyiapkan tambahan kekuatan hingga sekitar 150 personel untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah titik.
Tambahan kekuatan tersebut disiapkan setelah Pemkab Banjar memetakan sebaran karhutla yang saat ini hampir menjangkau 100 desa dari 20 kecamatan.
Hal tersebut disampaikan Bupati Banjar H Saidi Mansyur usai menghadiri rapat penanganan karhutla bersamaenteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto di Posko Karhutla depan RSJ Sambang Lihum, Jalan Gubernur Syarkawi, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Rabu (23/9/2026).
Baca juga: BMKG Prediksi Potensi Hujan di Kalsel pada 24-28 September
Baca juga: 30 Meninggal, 105 Masih Dicari, Empat Jenazah Tiba di Lanud Sjamsuddin Noor
Saidi mengatakan, pemetaan diperlukan agar penanganan tidak menyebar ke terlalu banyak titik dan kekuatan yang ada dapat difokuskan pada lokasi yang membutuhkan penanganan.
Untuk memperkuat penanganan di lapangan, Saidi menambahkan Pemkab Banjar bersama TNI, Polri dan relawan akan membentuk tim tambahan.
”Jumlahnya sekitar lima hingga 10 tim dengan kekuatan sekitar 15 personel dalam setiap tim. Atau sekitar ada tambahan kekuatan sekitar 75 hingga 150 personel,” jelasnya.
Selain personel, dukungan penanganan datang dari BNPB berupa sarana dan peralatan pemadaman.
Saidi menyebutkan, relawan yang terlibat dalam penanganan karhutla juga mendapat dukungan berupa insentif atau upah harian.
Penanganan karhutla juga tidak hanya berfokus pada pemadaman.
Pemkab Banjar mulai menyiapkan langkah untuk mengantisipasi dampak asap terhadap masyarakat.
Di sektor pendidikan, pembelajaran jarak jauh (PJJ) disiapkan apabila kondisi asap di sekitar sekolah semakin pekat dan berpotensi mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Sementara di bidang kesehatan, pemerintah menyiapkan pasokan vitamin dan masker.
Masyarakat juga diedukasi agar menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, terutama saat kondisi asap memburuk.
Saidi turut mengingatkan masyarakat untuk bersiap menghadapi kondisi kemarau yang diperkirakan masih berlangsung hingga akhir Oktober.