WARTABANJAR.COM, TANJUNG - Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Tabalong, mendapat tambahan anggaran sekitar Rp 6,9 miliar dalam APBD Perubahan 2026.

Tambahan anggaran tersebut sebagian besar dialokasikan untuk perbaikan dan revitalisasi sejumlah pasar di Kabupaten Tabalong.

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi II DPRD Tabalong, Winarto, pada wartabanjar.com, Kamis, (24/09/2026).

Dikatakan Winarto, peningkatan sarana dan prasarana pasar menjadi salah satu kebutuhan yang perlu mendapat perhatian. 

"Masih terdapat sejumlah pasar tradisional maupun pasar milik Pemerintah Kabupaten Tabalong yang membutuhkan perbaikan dan renovasi," ungkapnya.

Ditambahkannya, penambahan yang cukup signifikan adalah pasar, karena pasar di wilayah Tabalong perlu banyak perbaikan atau renovasi.

Sementara untuk sektor lainnya, DPRD Tabalong menilai tambahan anggaran yang diajukan DKUKMPP masih dalam batas kebutuhan yang wajar. 

Dengan tambahan anggaran tersebut, DPRD berharap perbaikan sarana pasar dapat memenuhi kebutuhan pedagang, sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat yang berbelanja di pasar.

Sementara itu Kepala DKUKMPP Tabalong, Soleh, menuturkan anggaran instansinya meningkat dari sekitar Rp43 miliar menjadi Rp50 miliar setelah perubahan APBD.

Baca Juga: Desa Barimbun Tabalong Jalani Verifikasi Lomba Desa Berkinerja Baik Tingkat Nasional

Baca Juga: Tak Sekedar Urusi Rumah Tangga, Kader PKK Kecamatan Tanjung Tabalong Juga Dibekali Wawasan Kebangsaan

Tambahan anggaran terbesar, lanjutnya, berada pada sektor pasar dengan nilai hampir Rp3,7 miliar.

"Anggaran tersebut selain untuk kegiatan renovasi pasar, juga untuk pengentasan kemiskinan ekstrem, termasuk dalam rangka persiapan Pekan Raya Tabalong," papar Soleh.

Sejumlah pasar yang menjadi sasaran perbaikan, di antaranya Pasar Bajut Desa Warukin, Expo Center Mabuun, Pasar Jangkung, dan pasar di Kecamatan Kelua.

Khusus di Expo Center Mabuun, DKUKMPP juga akan menambah area yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Untuk Expo kita akan lakukan penambahan area bagi para pelaku UMKM," pungkas Soleh. (wartabanjar.com)