Kementerian ESDM Bantah Penerbitan RKAB PT Bayan Terkait Akuisisi Saham
WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan terbitnya revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 PT Bayan Resources Tbk tidak terkait dengan kesepakatan tentang kepemilikan saham perusahaan tersebut.
Adapun RKAB yang sudah diterbitkan itu adalah milik tiga anak usaha PT Bayan Resources.
Ketiga anak usaha tersebut dinilai telah memenuhi persyaratan sehingga berhak mendapatkan RKAB, bukan karena terjadinya kesepakatan kepemilikan saham.
Penegasan bernada bantahan itu dilontarkan Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Tri Winarno di Balai Sudirman, Jakarta, Senin (21/9/2026).
Pada Rabu (16/9/2026), pemilik saham pengendali atau mayoritas PT Bayan Resources, Low Tuck Kwong dan putrinya, Elaine Kwong sepakat melepas 10 miliar saham milik mereka kepada pengusaha Kalsel, H Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam.
Mereka telah meneken Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (Conditional Share Purchase Agreement/CSPA) dengan perusahaan milik Haji Isam, PT Jhonlin Baratama.
Baca Juga: Saham BYAN Langsung Melejit, RKAB PT Bayan Resources Terbit
Baca Juga: Low Tuck Kwong dan Elaine Low Sepakat Lepas 10 Miliar Saham BYAN ke Haji Isam
Hingga akhir Agustus 2026, Low Tuck Kwong tercatat memiliki 13,42 miliar saham (40,25 persen), sedangkan Elaine Low menguasai 7,33 miliar saham (22,00 persen).
Jika digabung, keduanya memiliki 20,75 miliar saham BYAN atau setara 60,25 persen.
Dengan kesepakatan tersebut, maka Haji Isam akan mengakuisisi 30 persen saham BYAN (nama emiten PT Bayan Resources).
Menurut Dirjen Minerba, Tri Winarno, ada penambahan kuota produksi batu bara sekitar 15 hingga 20 juta ton untuk ketiga anak usaha PT Bayan tersebut. "Ya, in between itulah," katanya.
Tri kembali menepis anggapan penerbitan RKAB ini terjadi karena telah beralihnya sebagian kepemilikan saham BYAN.
"Sebetulnya PT Bayan kan punya banyak. Kemarin yang yang belum terbit kan tiga. Sebetulnya nggak ada isu yang sensitif, tapi terus dihubung-hubungkan dengan pembelian saham dan lain sebagainya. Saya enggak inilah," ucapnya.