WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Kemarau panjang mulai dirasakan petani sayuran di Jalan Pondok Mangga, Kelurahan Loktabat Utara, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Salah satunya Heri, petani yang sudah sekitar tiga tahun menggarap kebun sayuran di kawasan tersebut. Saat ini, lahan sekitar seperempat hektare miliknya ditanami cabai atau lombok.

Menurut Heri, kemarau memberikan dampak cukup besar terhadap tanaman cabai. Keterbatasan air membuat sebagian cabai mengalami kerusakan dan buahnya menjadi kempes.

“Besar dampaknya. Rusak. Lombok itu kempes karena kurang air,” ujar Heri saat ditemui di kebunnya, Senin (21/09/2026).

Meski kondisi tanaman menurun, Heri belum menyebutnya sebagai gagal panen. Ia memilih tetap merawat tanaman sambil berharap hujan kembali turun.

“Kalau dibilang gagal panen, kita lepas. Kita masih bisa bertahan untuk merawat. Siapa tahu nanti hujan turun, bisa dipeduliin lagi,” katanya.

Untuk mempertahankan tanaman di tengah kemarau, Heri melakukan penyiraman secara manual menggunakan air sumur bor.

Sumur miliknya memiliki kedalaman sekitar 5 meter. Karena debit airnya terbatas, ia juga mengambil air dari sumur milik keluarganya yang memiliki kedalaman sekitar 6 meter.

Baca Juga: Bongkar Muatan Kontainer, Pekerja di Banjarbaru Tertimpa Puluhan Lembar Plywood

Baca Juga: Bandara Palangkaraya Ditutup, Menhut Raja Juli Antoni ke Kalteng Lewat Banjarbaru

Air kemudian dialirkan menggunakan selang dengan bantuan mesin alcon, untuk menyiram tanaman.

“Masih ada airnya. Punya sendiri, perorangan. Kalau punya saya kurang airnya, saya ambil juga ke punya paklek,” tuturnya.

Meski hasil tanaman terdampak kemarau, kondisi harga cabai yang ikut meningkat membuat Heri masih bisa menutup biaya produksi.

Ia menyebut hasil penjualan cabai sejauh ini masih mampu mengembalikan modal yang telah dikeluarkan, termasuk untuk bibit dan perawatan.

“Enggak rugi. Lombok naik, ikut naik juga. Sudah dapat modal,” ujarnya.

Selain cabai, lahan tersebut sebelumnya juga digunakan untuk tanaman tumpang sari seperti pare. 

Heri menyebut kebun sayur di kawasan itu juga menjadi tempat petani menanam beragam komoditas sesuai kondisi dan musim.