Bandara Palangkaraya Ditutup, Menhut Raja Juli Antoni ke Kalteng Lewat Banjarbaru
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Bandara Syamsudin Noor, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menjadi jalur persinggahan Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, bersama Kepala BNPB, Senin (21/09/2026).
Rombongan sedang menuju Kalimantan Tengah, namun setelah penerbangan menuju Bandara Palangkaraya tidak dapat dilakukan karena kondisi bandara setempat masih ditutup.
Dari Bandara Syamsudin Noor, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Palangkaraya melalui jalur darat.
Hal tersebut disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra, Senin (21/09/2026).
“Bandara di Kalimantan Tengah di Palangkaraya masih ditutup, sehingga beliau memutuskan melalui Bandara Syamsudin Noor dan melanjutkan perjalanan dengan jalur darat ke Palangkaraya,” ujar Ronny.
Menurut Ronny, kondisi tersebut tidak mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Syamsudin Noor.
Hingga Senin, aktivitas penerbangan di bandara tersebut masih berjalan, meski karhutla terjadi di sejumlah wilayah Kalsel.
Kawasan Bandara Syamsudin Noor juga menjadi salah satu prioritas penanganan karhutla, karena berkaitan langsung dengan kelancaran penerbangan.
“Memang areal bandara menjadi prioritas utama kita supaya penerbangan tidak terganggu di Kalimantan Selatan,” jelasnya.
Baca Juga: Jaga Kebun dari Api, Petani Banjarbaru Malah Digiring ke Kantor Polisi
Baca Juga: Delapan Warga Sidomulyo Raya Banjarbaru Kehilangan Tempat Tinggal, Rumah Petugas Damkar Terbakar
Selain melanjutkan perjalanan ke Kalimantan Tengah, Raja Juli Antoni dan Kepala BNPB dijadwalkan kembali singgah di Kalimantan Selatan sebelum menuju Jakarta.
Keduanya dijadwalkan mengikuti rapat evaluasi penanggulangan karhutla di Kalsel pada Selasa (22/09/2026).
Ronny mengatakan, evaluasi tersebut akan membahas langkah-langkah penanganan karhutla yang telah dilakukan selama ini.
“Besok kita melaksanakan rapat evaluasi. Itu permintaan beliau untuk mengevaluasi langkah-langkah yang sudah kita laksanakan di Kalimantan Selatan,” katanya.
Rapat tersebut akan menjadi kesempatan untuk mengevaluasi penanganan karhutla di Kalsel, termasuk upaya menjaga kawasan prioritas agar dampak kebakaran tidak mengganggu aktivitas masyarakat dan penerbangan. (Wartabanjar.com)