Jaga Kebun dari Api, Petani Banjarbaru Malah Digiring ke Kantor Polisi
“Saya bawa tangki mau isi air dan membantu menyemprot. Tapi sudah banyak polisi di situ,” ungkapnya.
Dibawa ke Pos, Berlanjut ke Polres Banjarbaru
Hary kemudian dibawa ke pos untuk dimintai keterangan.
Ia memperkirakan dibawa sekitar pukul 22.00 hingga 23.00 WITA.
Pemeriksaan kemudian berlanjut di Polres Banjarbaru.
Hary mengatakan, dirinya diperiksa hingga dini hari dan mendapat sejumlah pertanyaan mengenai aktivitasnya di lokasi kebakaran.
“Dimintai keterangan sampai sekitar pukul 02.30. Banyak pertanyaan, namanya proses,” katanya.
Setelah proses pemeriksaan selesai, Hary baru meninggalkan Polres Banjarbaru dan kembali ke rumah sekitar pukul 10.00 WITA.
Hary menegaskan, dirinya bersama sejumlah orang lainnya hanya dimintai keterangan dan kemudian dilepaskan.
“Cuma dimintai keterangan. Semuanya dilepas,” ujarnya.
Hary menyebut ada sekitar 16 orang yang turut dimintai keterangan.
Empat orang di antaranya merupakan rekan yang dikenalnya dan berada di sekitar kebun. Sementara lainnya merupakan orang dari kawasan kebun sebelah yang menurut Hary tidak dikenalnya.
Mengenai informasi adanya cekcok saat proses pemadaman, Hary mengaku tidak mengetahui kejadian tersebut.
Ia mengatakan, dirinya baru berada di lokasi pada malam hari untuk menjaga kebun dari ancaman api.
“Saya enggak tahu. Saya ke sana malam, sekitar Isya. Kalau ada cekcok atau apa, saya tidak tahu sama sekali,” tuturnya.
Hary mengaku tidak mengetahui aktivitas kelompok lain yang berada di sekitar lokasi.
Ia hanya fokus menjaga kebun dan membantu memadamkan api yang mulai mendekati lahannya.
Dari pengalaman tersebut, Hary mengimbau warga agar tidak sembarangan menggunakan api, terlebih saat kondisi lahan kering dan ancaman karhutla masih tinggi.
Ia juga berharap komunikasi antara masyarakat, relawan dan aparat dapat diperkuat agar tidak terjadi kesalahpahaman ketika warga berupaya membantu memadamkan api.
“Kalau api sudah dekat lahan, lebih baik kita bantu matikan supaya tidak sampai ke pondok atau kebun kita,” katanya.
Menurut Hary, warga juga perlu berhati-hati agar upaya membantu pemadaman tidak justru menimbulkan persoalan baru.
“Jangan sekali-kali main cucuk api,” pungkasnya. (Wartabanjar.com)