Nama yang disematkan kepadanya segera menjadi buah bibir.
Bagi Yuharni, keputusan memberi nama itu lahir dari perjalanan hidupnya.
Sejak 25 Agustus 2025, ia bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), bagian dari program MBG.
Tugasnya sederhana tetapi penting: membersihkan ompreng, wadah makanan yang digunakan dalam program tersebut.
Setiap hari ia mulai bekerja pukul 11.30 hingga sekitar pukul 20.00 WIB.
Pekerjaan itu mungkin tampak biasa bagi orang lain, tetapi bagi Yuharni, pekerjaan tersebut membuka lembaran baru.
Sebelumnya ia bekerja di sebuah pabrik kayu. Namun, terkena PHK (pemutusan hubungan kerja).
Kini, tempat kerjanya lebih dekat dari rumah, lebih nyaman, dan yang paling penting mampu membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
“Program ini sangat membantu. Orang yang sebelumnya menganggur bisa mendapatkan pekerjaan,” katanya.
Rasa syukur itulah yang kemudian ia abadikan ke nama putranya.
Sebelum nama itu diputuskan, Yuharni berdiskusi dengan sang suami, Ambon Yassin yang kemudian memberi satu syarat: “Yang penting ada Muhammad-nya.”
Setelah itu, Yuharni menambahkan “MBG” di tengah nama dan “Subianto” di bagian belakang.
Ia lakukan itu sebagai bentuk terima kasih untuk Presiden Prabowo Subianto yang menurutnya telah menghadirkan program yang membuka peluang kerja bagi dirinya.
Bagi sebagian orang, nama tersebut mungkin terdengar tidak lazim.
Namun bagi keluarga kecil itu, nama tersebut adalah pengingat bahwa hidup bisa berubah karena suatu kesempatan.







