Bahas Masalah Stunting di Batola, Hj. Raudatul Jannah atau Acil Odah Resmi Menyandang Gelar "Doktor" dari ULM
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Hj. Raudatul Jannah atau yang lebih akrab dikenal dengan panggilan "Acil Odah", telah menyelesaikan Program Studi Doktor (S3) Studi Pembangunan, Program Pasca Sarjana Universitas Lambung Mangkurat, setelah melalui ujian akhir Disertasi di ruang Lecture Mini FEB ULM (Universitas Lambung Mangkurat) Banjarmasin pada Kamis (16/7/2026).
Di hadapan tim penguji dan pemimpin sidang, Dr. Ir. Pahmi Ansyari yang merupakan mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Hj. Raudatul Jannah mampu menjawab dengan lugas dari berbagai pertanyaan yang disampaikan Tim Penguji Internal maupun Tim Penguji Eksternal.
Disertasinya membahas tentang permasalahan stunting berjudul "Mediasi Kinerja Kader Posyandu dalam Pengaruh Organizational Citizenship Behavior Penghargaan dan Pelatihan Terhadap Keberhasilan Penurunan Stunting di Kabupaten Barito Kuala."
Kabupaten Barito Kuala sebagai lokus penelitian dipandang cukup berhasil dalam perjalanan prevalensi kasus stunting yakni 33,6 % tahun 2022 , 15,9 % tahun 2023, 16,5 % tahun 2024 dan 8,2 % di tahun 2025.
Dengan pendekatan "Organizational Citizenship Behavior (OCB)," kinerja Kader Posyandu di Kabupaten Batola meningkat dalam memberikan layanan ke masyarakat yang berimplikasi positif pada program pemerintah untuk penanganan prevalensi stunting.
"Alhamdulillah saya pribadi hari ini sebagai penguji eksternal merasa puas dengan pemaparan ibu Raudatul dan semoga menjadi bahan pembanding untuk daerah lainnya yang variabel kultur budayanya berbeda," ujar Prof. Dr. L. Rini Sugiarti, S. Psi, M.Si dari Universitas Semarang.
Prof. Dr. Budi Suryadi, M.Si sebagai Ketua Tim Penguji juga merasa senang dengan presentasi Hj. Raudatul Jannah yang mampu memberikan kritikan kepada pemerintah.
BACA JUGA: Rapat Pleno Rekapitulasi Suara Pilkada Banjar: Saksi Acil Odah Absen, Ada Apa?
BACA JUGA: Acil Odah Bersama Keluarga Mencoblos di TPS 001 Desa Keramat Kabupaten Banjar
"Semoga segera ditindaklanjuti diskusi hari ini oleh pemerintah karena hasil penelitian bukan untuk penghias perpustakaan universitas" tegasnya.
Setelah sesi tanya jawab pada Sidang Terbuka Program Studi Doktor (S3) Studi Pembangunan, tahapan dilanjutkan dengan rapat internal Tim Penguji dengan hasil nilai Sangat Memuaskan yang disampaikan Pimpinan Sidang Dr. Ir. Pahmi Ansyari.