Dinas PUPR Kalsel Tutup Lokasi Jalan Ambles di Sungai Lulut Banjarmasin Selama 3 Minggu
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Jalan ambles di Jalan Veteran di Kelurahan Sungai Lulut, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan akan ditutup sementara, Rabu (15/7/2026).
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan memutuskan menutup ruas jalan Sungai Lulut guna mempercepat penanganan badan jalan yang ambles akibat penurunan tanah di sisi sungai.
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas PUPR Kalsel, M. Yasin Toyib usai meninjau langsung ke lokasi jalan ambles.
Ia mengatakan keputusan penutupan masih dikoordinasikan bersama Forum Lalu Lintas.
Menurut Yasin, proses penanganan hingga ruas jalan dapat kembali difungsikan diperkirakan memerlukan waktu sekitar tiga minggu hingga satu bulan.
Baca Juga Delapan Kios Warga Tutup dan Jalan Masih Macet Akibat Amblasnya Jalan Veteran Km 5,5 Banjarmasin
Baca Juga Roda Empat Dilarang Lewat Jalan Ambles di Sungai Lulut Banjarmasin
Langkah tersebut dinilai penting agar proses perbaikan dapat dilakukan secara menyeluruh tanpa terganggu arus kendaraan sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan.
“Kami lagi berkoordinasi dengan teman-teman di Forum Lalu Lintas. Kalau bisa, selama penanganan jalan itu ditutup dulu sementara supaya kami bisa bekerja secara komprehensif dan penuh, tidak terganggu lalu lintas, sekaligus mengurangi risiko kecelakaan,” Kata Yasin di Banjarbaru, Rabu (15/7/2026).
Apabila penutupan diberlakukan, masyarakat dapat menggunakan Jalan Rahayu sebagai jalur alternatif.
Yasin menjelaskan, penanganan darurat telah dimulai sejak Selasa (14/7) dengan pemasangan rambu peringatan, traffic cone, dan barrier di sekitar lokasi.
Tim Bidang Bina Marga bersama konsultan teknis juga telah melakukan pemeriksaan lapangan.
Hasil pengamatan sementara menunjukkan badan jalan mengalami penurunan akibat gerusan di tepi sungai yang mengurangi daya dukung tanah di bawah konstruksi jalan.
“Dari hasil pengamatan memang terjadi lagi gerusan di lokasi tersebut sehingga menyebabkan penurunan badan jalan. Akibatnya jalan retak dan kemudian ambles,” ucapnya.
Untuk penanganan awal, PUPR akan membongkar bagian jalan yang rusak, memasang cerucuk galam sebagai penguat tanah, dilanjutkan pemasangan geotekstil sebelum dilakukan penimbunan secara bertahap.