WARTABANJAR.COM, BARABAI – Kebakaran yang menghanguskan tiga rumah dan menyebabkan dua bangunan lainnya ikut terdampak diduga bermula dari bagian dapur salah satu rumah warga di Desa Aluan Bakti, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, Minggu (6/9/2026) siang.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.50 Wita itu diduga bermula ketika kompor masih dalam kondisi menyala, sementara pemilik rumah sedang tidak berada di tempat.

Api kemudian membesar dan merambat ke bangunan rumah di sekitarnya.

Kasubsi PIDM Humas Polres HST Aiptu M Husaini mengatakan, berdasarkan informasi sementara, titik awal api diduga berasal dari dapur.

“Dugaan sementara api dari dapur,” kata Husaini.

Informasi dari seorang warga di sekitar lokasi, Senin (7/9/2026) menyebutkan, kompor diduga masih dalam kondisi menyala ketika pemilik rumah sedang pergi.

Api kemudian cepat membesar setelah mengenai plafon berbahan plastik yang berada di sekitar dapur.

Baca Juga Diduga Akibat Rem Blong, Sopir Truk Tewas Terlindas Ban di Gunung Kayangan Tanah Laut

Baca Juga Rudi Curiga Rumah Almarhum Mertua Dibakar, Satu Bangunan di Jalan Bandarmasih Banjarmasin Hangus

“Api diduga lebih cepat membesar setelah menyambar plafon berbahan plastik yang berada tidak jauh dari kompor. Kobaran api kemudian menjalar dan mengenai bangunan rumah warga di sekitarnya,” ujar warga tersebut.

Api yang membesar kemudian merambat ke bangunan di sekitarnya.

Petugas mencatat lima rumah terdampak dalam kejadian tersebut.

Tiga rumah milik Ahmad Fauzi, Samporna dan Hamidah mengalami kerusakan hingga 100 persen.

Ketiganya merupakan bangunan yang didominasi material kayu. Sejumlah dokumen milik penghuni rumah juga ikut terbakar.

Sementara dua rumah lainnya masih dapat diselamatkan.

Rumah milik Daud Muslim mengalami kerusakan sekitar 20 persen, sedangkan rumah Saryana Wahyudin terdampak sekitar 5 persen.

Dokumen milik kedua warga tersebut dilaporkan masih aman.

Kebakaran tersebut berdampak terhadap lima kepala keluarga dengan total 15 jiwa.

Salah satu keluarga terdampak adalah keluarga Ahmad Fauzi yang terdiri dari lima jiwa.