480 Pembalap Ikuti Drag Bike Wilayah Kalimantan di Banjarbaru, Panitia: Kalsel Perlu Sirkuit
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Pertamax Turbo Drag Bike Kejurnas Region 4 Putaran 2 Kalimantan Selatan berlangsung meriah di sirkuit nonpermanen kawasan Perkantoran Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan pada Sabtu-Minggu (26-27/9/2026).
Kompetisi yang digelar HRT Pro tersebut menjadi salah satu agenda tahunan balap drag bike dan drag race di Kalsel.
Ajang ini menjadi bagian dari Kejurnas Region Kalimantan yang menjadi tahapan menuju kejuaraan tingkat nasional.
Ketua HRT Pro, Adhi Dharma Prasetyo, mengatakan gelaran tersebut tidak hanya menjadi wadah kompetisi bagi para pembalap, tetapi juga ajang penyisihan menuju Kejurnas tingkat nasional.
“Untuk kegiatan drag kita Speed Drag Seri 2 ini adalah kegiatan tahunan drag bike dan drag race di Kalimantan Selatan. Untuk seri ini khususnya kita menyelenggarakan Kejurnas Region Kalimantan,” ujar Adhi di lokasi, Minggu sore.
Baca juga: Bus Tayo Listrik Trans Banjarbakula Beroperasi 1 Oktober, Siapkan Skema Tarif Papadaan
Baca juga: Dana Rp760 Miliar Belum Cair, Pemkab Balangan Terpaksa Wacanakan Utang
Menurutnya, peserta yang berhasil melalui rangkaian kompetisi regional nantinya melanjutkan persaingan menuju Kejurnas se-Indonesia.
Adapun babak final biasanya digelar sekitar Desember atau awal tahun berikutnya.
Dalam event tersebut, panitia membuka 31 kelas yang terbagi dalam sejumlah kategori, mulai dari kelas Kejurnas, supporting, matic, bracket hingga Sanmori.
“Jadi dibagi dari lima kategori umum,” jelasnya.
Antusiasme pembalap dari berbagai daerah juga cukup tinggi.
Panitia mencatat sekitar 470 hingga 480 starter mengikuti rangkaian perlombaan selama dua hari.
Peserta tidak hanya datang dari Kalimantan Selatan, tetapi juga dari Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara hingga Kalimantan Barat.
“Alhamdulillah tidak ada kendala. Semuanya berjalan lancar, zero accident,” katanya.
Ia menilai kelancaran pelaksanaan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa sirkuit nonpermanen tetap dapat dikelola dengan baik, termasuk dari sisi keselamatan pembalap dan masyarakat di sekitar lokasi.
Di sisi lain, HRT Pro berharap ke depan Kalimantan Selatan memiliki fasilitas balap yang lebih representatif dan permanen.