WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Kemah Akbar MTs Al Furqan Banjarmasin, Kalimantan Selatan berujung maut. 

Kegiatan pramuka sekolah yang seharusnya meninggalkan keceriaan, kini justru menjadi petaka tak terelakkan.

Hal ini terkait meninggalnya dua siswa MTs Al Furqan Banjarmasin, Rizqi Adly Fakhrian (13) dan M Farhan Alkatiri (13). 

Keduanya meninggal karena tenggelam saat kegiatan Kemah Akbar Pramuka yang diadakan pihak sekolah di area kampus Universitas Muhamadiah Banjarmasin (UMB) Jalan Gubernur Syarkawi, Kabupaten Barito Kuala (Batola), sejak Sabtu (5/9/2026). 

Gegara inisiden maut itu, pihak sekolah MTs Al Furqan Banjarmasin pun kini tengah jadi sorotan publik. 

Saat dikonfirmasi media ini pada Senin (7/9/2026), pihak sekolah terkesan enggan ditemui.

Baca Juga Dua Siswa MTs Al Furgan Meninggal saat Kemah Akbar, Terungkap Saat Didata Jelang Pulang

Baca Juga Rudi Curiga Rumah Almarhum Mertua Dibakar, Satu Bangunan di Jalan Bandarmasih Banjarmasin Hangus

Mereka, melalui satpam, meminta media menunggu di depan pintu gerbang sekolah, karena alasan sedang ada rapat penting.

Sekitar pukul 11.30 Wita media ini tiba di komplek sekolah di Jalan Cemara Ujung, Sungai Miai, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin dan meminta salah seorang dari pihak sekolah untuk bertemu guna melakukan konfirmasi. 

Namun hingga sekitar pukul 13.00 Wita pihak sekolah tak kunjung ada kabar. Media coba meminta kejelasan terkait kesediaan ditemui, dan baru pada pukul 14.00 Wita tatap muka terjadi dengan pihak MTs Al Furqan Banjarmasin.

Saat bertemu di ruangan kantor MTs Al Furqan, pihak sekolah pun hanya berbicara seadanya.

Mereka bahkan meminta media untuk langsung bertemu polisi jika ingin mendapatkan informasi lebih lanjut terkait kedua siswanya yang tenggelam.

"Langsung ke polisi saja karena semua informasi sudah kami pihak sekolah MTs Al Furqan Banjarmasin sampaikan ke polisi," kata salah seorang yang mengaku sebagai Wakil Direktur Bidang Kesantrian.