WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Produksi telur ayam di Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Tabalong, produksi telur ayam di kabupaten ini hanya sekitar 3,9 juta butir per bulan.

Sementara permintaan masyarakat mencapai sekitar 22,7 juta butir telur setiap bulan.

Artinya, Tabalong masih kekurangan sekitar 18,8 juta butir telur per bulan yang harus didatangkan dari luar daerah.

Baca juga: Hujan Deras Guyur HST, Warga Berharap Karhutla Mereda

Baca juga: Pesawat BNPB Kembali Bawa 1 Ton Garam, OMC Sasar Awan Potensial di Tala dan Tanbu

Kondisi tersebut mendorong DKP3 Tabalong menyiapkan program pengembangan ayam petelur sistem kluster terintegrasi untuk masyarakat Tabalong maju dan sejahtera atau Pasti Mas.

Melalui program tersebut, masyarakat yang ingin mengembangkan usaha ayam petelur akan mendapatkan pembinaan dan pendampingan dari pemerintah daerah.

Pembinaan tidak hanya berkaitan dengan teknis budidaya, tetapi juga mencakup tata laksana pemeliharaan, pemilihan lokasi, manajemen keuangan hingga pemasaran hasil produksi.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKP3 Tabalong, drh. Suwandi mengatakan program Pasti Mas adalah program pengembangan ayam petelur dengan sistem kluster terintegrasi untuk membantu masyarakat  yang menginginkan budidaya ayam petelur di Kabupaten Tabalong.

Pemerintah daerah akan memberikan pengetahuan dan pendampingan agar masyarakat dapat menjalankan usaha ayam petelur secara lebih terarah.

“Kami support, kami berikan pengetahuan bagaimana tata laksana, pemilihan lokasi tentang budidaya dan nanti kita ajarin bagaimana manajemen keuangan dan kita buka untuk pasarnya,” tutur Suwandi, Senin (7/9/2026).

Suwandi mengatakan, tahap awal program Pasti Mas akan dilaksanakan di empat desa yang tersebar di empat kecamatan di Kabupaten Tabalong.

Di masing-masing desa, pemerintah akan membina lima kelompok petani.

Dengan demikian, terdapat sekitar 20 kelompok petani yang akan menjadi sasaran pembinaan dalam program tersebut.

Saat ini, DKP3 Tabalong masih melakukan pendataan calon petani dan calon lokasi (CPCL) yang dinilai tepat untuk mendapatkan pembinaan.