WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Upaya memancing hujan untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan kembali dilakukan. 

Pesawat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), Senin (07/09/2026), dengan membawa 1 ton bahan semai NaCl atau garam.

Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman LP Ambarita, mengatakan penerbangan OMC kali ini diarahkan ke wilayah sektor timur Kalsel, khususnya Kabupaten Tanah Laut dan Tanah Bumbu.

“Tanah Bumbu dan Tanah Laut,” ujar Hilman saat memberikan keterangan, Senin (070/09/2027).

Menurutnya, pelaksanaan penyemaian tidak ditentukan berdasarkan target jumlah penerbangan dalam sehari. 

Frekuensinya sangat bergantung pada potensi awan yang terpantau, dan hasil pemantauan cuaca.

Potensi awan yang akan disemai diperoleh berdasarkan laporan dari BMKG. Pemantauan dilakukan setiap saat, sehingga ketika ditemukan awan yang dinilai potensial, dan pesawat dapat langsung diarahkan ke lokasi tersebut.

“Pengamatannya setiap saat, real time. Kalau ada yang potensial langsung diarahkan. Kalau tidak ada, ya stand by,” jelasnya.

Baca Juga: Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Lumpuhkan 4 Bandara, 268 Ribu Penumpang Terdampak

Baca Juga: Cegah Api Bawah Tanah, Kapolda Kalsel dan Wamenko Pangan Pantau Pembasahan Gambut Guntung Damar Banjarbaru

Hilman menegaskan, satu sortie penerbangan OMC dapat membawa maksimal sekitar 1 ton NaCl. 

Setelah penggunaan sebelumnya, stok bahan semai yang tersedia disebut masih sekitar 8 ton.

Namun, 1 ton bahan semai tersebut tidak memiliki patokan luasan wilayah tertentu. Penyebaran garam sepenuhnya menyesuaikan kondisi awan yang ditemukan di lapangan.

Artinya, pesawat tidak serta-merta membagi 1 ton garam berdasarkan luas satu kabupaten. 

Pilot dan tim OMC akan melihat sel awan yang paling potensial, untuk mendapatkan penyemaian.

“Kalau misalnya ada lebih dari tiga atau empat sel, dia akan memilih yang paling bagus,” jelas Hilman.

Jika hanya terdapat satu sel awan yang dinilai sangat potensial, seluruh bahan semai dapat difokuskan pada sel tersebut.