WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Duka mendalam menyelimuti Kalimantan Selatan (Kalsel) pasca-berpulangnya Gubernur Periode 2025-2010 dan 2010-2015, Rudy Ariffin, Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 11.00 Wita. 

Politisinya yang sebelumnya menjabat sebagai Bupati Banjar tersebut mengembuskan napas terakhirnya pada usia 73 tahun di Rumah Sakit Amanah Jalan MT Haryono Kelurahan Kertak Baru Kecamatan Banjarmasin Tengah Kota Banjarmasin.

Baca juga: Mantan Wagub Kalsel Doakan Mantan Gubernur Rudy Ariffin, Rosehan: Kami Sempat Bersalaman

Baca juga: Penerbangan Banjarmasin-Jakarta Terganggu, Kemenhub: 22.789 Penumpang Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Ungkapan duka juga dikemukakan banyak anggota keluarga besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin.

Ini karena mantan Ketua PPP Kalsel tersebut merupakan lulusan FISIP ULM.

Perasaan duka antara lain disampaikan Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) FISIP ULM Haris Makkie.

Dia mengaku kehilangan mendalam atas meninggalnya Rudy Ariffin. 

Di mata mantan pejabat Humas Pemprov Kalsel ini, almarhum adalah sosok yang selalu menjadi inspirasi bagi generasi yang lebih muda. 

"Banyak pengalaman dan pelajaran yang diwariskan beliau. Beliau sangat banyak mengayomi generasi-generasi di bawahnya," kata Haris Makkie di Banjarmasin, Minggu siang.

"Beliau di samping sebagai seorang atasan dalam lingkup pemerintahan, juga sebagai seorang senior kami di FISIP ULM," lanjut Haris.

Rudy bahkan menyempatkan diri hadir pada reuni akbar FISIP ULM di kampus Jalan Brigjen Hasan Basry Banjarmasin beberapa bulan lalu.

Lulusan FISIP kelahiran Banjarmasin pada 1953 ini meniti karier sebagai birokrat, kemudian menjadi Bupati Banjar.

Tak berhenti sampai di situ, Rudy Ariffin terus menapaki anak tangga hingga menjadi gubernur Kalsel. 

Kini, sosok itu telah tiada. Namun, dedikasinya untuk kemajuan Kalimantan Selatan akan selalu terkenang abadi. (wartabanjar.com)