WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Udara Kemenhub menyatakan setidaknya 23.000 penumpang pesawat terdampak akibat penutupan atau penghentian aktivitas penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Mulai Minggu (6/9/2026) dinihari pukul 01.00 WIB hingga pagi ini, aktivitas penerbangan dari dan ke bandara internasional itu belum normal, akibat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.

Tidak hanya penumpang domestik, penerbangan internasional juga terganggu.

"Total penumpang terdampak pada periode penutupan ini mencapai 22.798 penumpang," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F Laisa dalam pernyataannya, Minggu pagi.

Diperkirakan jumlah penumpang yang terdampak bisa bertambah karena data tersebut tercatat hingga pukul 05.30 WIB.

Sementara menurut informasi dari calon penumpang, hingga pukul 09.00 WIB penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta masih belum normal.

Baca Juga: Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau Hentikan Aktivitas Bandara Soekarno-Hatta

Baca Juga: Tujuh Perkara Karhutla Kalsel Naik ke Penyidikan dan Satu Kasus Korporasi Segera Dikaji

Dampak terusan dirasakan juga oleh penumpang yang hendak terbang menuju Jakarta.

Seperti yang terlihat di Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru. 

Sejumlah penerbangan pagi menuju Jakarta delay. Demikian pula sebaliknya, pesawat dari Jakarta juga belum datang hingga pukul 08.00 Wita.

Setidaknya kondisi ini dirasakan penumpang pesawat Garuda Indonesia GA 533 yang seharusnya terbang pukul 07.00 Wita.

Penerbangan ditunda dengan status Delay Weather UFN yang artinya penundaan jadwal diakibatkan oleh faktor cuaca buruk dan belum ada kepastian waktu keberangkatan baru.

Penghentian aktivitas di Bandara Soekarno-Hatta dilakukan oritas bandara untuk memastikan keselamatan penerbangan dari dampak sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.

Operasional Bandara Soekarno-Hatta distop pada pukul 01.30 WIB hingga 05.30 WIB.

Keputusan tersebut ditetapkan melalui Notice to Airmen (NOTAM) A3341/26 setelah hasil pemeriksaan di kawasan bandara menunjukkan adanya indikasi abu vulkanik.

Informasi dari pengeola bandara, sebelum penghentian operasional, petugas telah melakukan paper test untuk mengetahui keberadaan abu vulkanik di area bandara. 

Pengujian dilakukan pada pukul 00.35 WIB hingga 01.05 WIB. Hasilnya, positif adanya abu vulkanik.