WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Kebakaran lahan terjadi di kawasan semak belukar di RT 08 Desa Kasiau, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Sabtu (26/09/2026).

Titik api diketahui sekitar pukul 14.00 Wita, setelah warga melihat kemunculan asap di kawasan tersebut.

Petugas bersama relawan dan masyarakat kemudian bergerak ke lokasi, untuk melakukan pemadaman sekaligus membuat sekat bakar, guna mencegah api merambat ke area yang lebih luas.

Pemadaman berlangsung selama sekitar empat jam. Petugas menggunakan water portable milik UPBS Prema dan alkon milik warga Desa Kasiau.

Selain menggunakan peralatan tersebut, petugas juga melakukan pemadaman secara manual dengan memanfaatkan ranting pohon.

Proses pemadaman dipimpin Kabag Ops Polres Tabalong AKP Abdul Fatah, dan melibatkan Kasat Samapta AKP I Nyoman Sudharma bersama anggota, personel Polsek Murung Pudak, relawan UPBS, serta masyarakat Desa Kasiau.

Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 18.00 Wita.

Setelah memastikan api benar-benar padam, Abdul Fatah kemudian melaksanakan Salat Magrib di sekitar lokasi kebakaran.

Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 2 hektare. Area tersebut berupa semak belukar, sedangkan pemilik lahan masih belum diketahui.

Baca Juga: Langit Tabalong dan Balangan Hampir Memerah Akibat Kabut Asap

Baca Juga: Pengurus PWI Tabalong Periode 2026-2029 Dilantik 30 September 2026

Saat kejadian, kondisi cuaca cerah dengan angin berembus sedang.

Petugas juga menghadapi kendala berupa akses jalan menuju lokasi yang cukup sulit.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kerugian material berupa semak belukar yang terbakar. Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo Jayawardana melalui Kasi Humas Polres Tabalong IPTU Heri Siswoyo, mengapresiasi keterlibatan personel, relawan, dan masyarakat dalam upaya pemadaman.

Ia mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan, terutama saat kondisi cuaca panas dan angin yang berpotensi membuat api cepat merambat.

“Pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak masyarakat untuk segera melaporkan melalui layanan polisi 110, apabila menemukan titik api atau asap agar dapat ditangani secepat mungkin,” kata Heri. (wartabanjar com)