TNI Kerahkan 43 Personel Perkuat Pembasahan Karhutla di Sambang Lihum
WARTABANJAR.COM, MARTAPURA – Titik api yang kembali muncul di sekitar Jalan Gubernur Syarkawi, depan RSJ Sambang Lihum, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, masih menjadi perhatian Satgas Karhutla.
Sabtu (26/09/2026), personel TNI bersama lima unit mobil pemadam kebakaran, turun melakukan pembasahan di sejumlah lokasi yang sempat kembali menyala.
Langkah ini dilakukan, untuk mencegah api kembali membesar sekaligus menjaga area sekitar jalan tetap aman.
Kapten Inf Teuku Rhoma dari Korem mengatakan, pembasahan diprioritaskan pada lahan di sisi jalan, sehingga penanganan tidak mengganggu arus kendaraan di Jalan Gubernur Syarkawi.
“Hari ini kita melaksanakan pembasahan. Ada beberapa titik yang sempat menyala, namun bisa kita atasi,” ujarnya.
Sebanyak 43 personel, terdiri dari 15 anggota Kodim dan 28 personel Yon TP, dikerahkan dalam kegiatan tersebut.
Kebutuhan air dipenuhi dari kolam di kawasan KCG yang difasilitasi pemiliknya, termasuk mesin dumping untuk mempercepat proses pengisian.
Menurut Teuku Rhoma, penugasan personel TNI dalam penanganan karhutla telah berlangsung lebih dari satu bulan.
Sebelumnya, mereka ditempatkan di Guntung Damar, bergeser ke Pengayuan sekitar dua minggu, kembali ke Guntung Damar selama sekitar 10 hari, kemudian diperbantukan ke Sambang Lihum.
Baca Juga: Tiang Listrik Roboh di Pingaran Kabupaten Banjar Saat Hujan Deras Disertai Angin Kencang
Panjangnya masa tugas juga berdampak pada kondisi sejumlah personel. Beberapa anggota yang sakit telah diganti, dan mendapatkan dukungan pelayanan kesehatan melalui Crisis Center serta Dinas Kesehatan.
Sementara hujan yang turun sebelumnya belum cukup membantu memadamkan kondisi lahan. Hujan hanya berupa gerimis sekitar 20 menit, dan lebih banyak membasahi permukaan serta mengurangi debu.
“Harapannya cepat hujan,” kata Teuku Rhoma.
Ia mengajak masyarakat ikut menjaga lingkungan, dengan mengurangi aktivitas pembakaran. Warga juga diminta segera melaporkan jika menemukan titik api, agar dapat ditangani sebelum meluas. (Wartabanjar.com)