WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kembali mengaktifkan ikhtiar melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), untuk menekan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah puncak musim kemarau. Setelah sempat terkendala minimnya potensi awan, operasi ini kembali dapat dilaksanakan pada Sabtu (05/09/2026) setelah kondisi cuaca dinilai memungkinkan.

Kasubbid Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, SKom, mengatakan pemerintah daerah telah melakukan persiapan sejak jauh hari, termasuk mengajukan permohonan dukungan, menyiapkan pesawat dan memastikan bahan semai tersedia. Namun, pelaksanaan OMC baru bisa dimaksimalkan ketika terdapat potensi awan yang memenuhi syarat.

“Memang baru di hari ini ada potensi awan yang memungkinkan kita memulai MC kembali,” ujar Ariansyah usai rapat koordinasi Satgas Udara Karhutla di Lanud Sjamsuddin Noor, Sabtu (05/09/2026).

Menurut Ariansyah, OMC kali ini menjadi kelanjutan dari operasi sebelumnya, yang telah dilakukan pemerintah untuk membantu penanganan karhutla. Ia mengapresiasi dukungan BNPB yang memungkinkan pelaksanaan operasi kembali dilakukan di Kalsel.

Baca Juga: 500 Koli APD Bantuan Presiden Meluncur ke Kalsel, Hercules TNI AU Kembali Mendarat Perkuat Karhutla

Baca Juga: Tujuh Perkara Karhutla Kalsel Naik ke Penyidikan dan Satu Kasus Korporasi Segera Dikaji

Ia menyebut, meski pesawat dan bahan semai telah dipersiapkan lebih awal, faktor utama tetap keberadaan awan yang memiliki potensi untuk dimodifikasi. 

Dengan kondisi tersebut, pemerintah bersama unsur terkait berupaya memanfaatkan peluang yang tersedia sebagai bagian dari penanganan karhutla.

“Kita sama-sama ikhtiar. Dengan ikhtiar ini mudah-mudahan bisa membantu,” katanya.

Ariansyah menegaskan, OMC bukan satu-satunya upaya yang dilakukan. Di lapangan, penanganan juga terus dilakukan melalui operasi darat, termasuk pembasahan kawasan yang terhubung dengan jaringan irigasi.

Pintu-pintu air irigasi dibuka untuk membantu mengalirkan air melalui kanal menuju kawasan rawan karhutla. 

Upaya tersebut telah dilakukan lebih dari sepekan oleh tim darat yang ditempatkan di tiga pos lapangan, yakni Pos Gambut, Pos Pengayuan dan Pos Hutan Lindung, khususnya pada kawasan bergambut.