Kini, upaya pembasahan tersebut diperkuat dengan OMC. Ariansyah mengatakan penyemaian awan diarahkan pada wilayah yang memiliki potensi hujan. Untuk pelaksanaan Sabtu, potensi awan yang dimanfaatkan berada di wilayah utara Kalsel.

“Mudah-mudahan dengan adanya MC bagian utara bisa lebih banyak sumbangan atau titik-titik air yang bisa tersampaikan ke darat,” jelasnya.

Terkait perkembangan titik panas, Ariansyah menyebut belum terdapat catatan hotspot baru. Namun, sejumlah wilayah masih menjadi lokasi yang kerap terpantau titik panas, sehingga tetap mendapat perhatian dalam penanganan karhutla.

Wilayah tersebut antara lain Banjarbaru, Kabupaten Banjar, terutama kawasan ring 1 Bandara hingga mendekati Banjarmasin di sekitar Gambut. Di wilayah selatan, titik yang menjadi perhatian antara lain Bati-Bati dan Kurau di Kabupaten Tanah Laut.

Sementara di bagian utara, titik panas juga masih dipantau di kawasan Tapin, termasuk Candi Laras, kemudian wilayah Hulu Sungai Selatan serta Paminggir di Hulu Sungai Utara.

Ariansyah berharap pelaksanaan OMC dapat membantu mengurangi titik panas sekaligus memperkuat upaya pembasahan yang selama ini dilakukan dari darat.

“Mudah-mudahan dengan adanya OMC titik-titik panas bisa berkurang,” pungkasnya. (Wartabanjar.com)