Kapan Hujan Turun di Kalsel? BMKG Prediksi Kecil Kemungkinan September Ini
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Dalam kondisi cuaca panas dan maraknya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) disertai kabut asap saat ini, turunnya hujan menjadi salah satu solusi utama.
Lalu, kapan hujan turun membasahi bumi Kalsel? Apakah di September ini hujan akan mengguyur?
Tampaknya, masyarakat Banua harus bersabar sambil terus berdoa.
Dalam prediksinya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun Klimatologi (BMKG Staklim) Kelas I Kalsel menyuataka kecil kemungkinan terjadinya hujan di awal September 2026.
Ketua Pokja Pengelolaan Data dan Informasi BMKG Staklim Kalsel, Wiji Cahyadi saat dihubungi, mengatakan di awal bulan ini Kalsel diprediksi masih dalam kondisi cuaca kering.
“Untuk dasarian I (awal) September potensi curah hujan cukup kecil. Curah hujan secara umum wilayah Kalsel 0-10 mm dengan peluang di atas 90 persen,” kata Wiji Cahyadi di Banjarbaru, Senin (31/8/2026).
Tidak hanya awal, diprediksi curah hujan di bulan ini juga pada kategori rendah dengan sifat lebih kering atau di bawah normal.
Baca Juga: 3.990 Kasus ISPA di Kalsel, Banjarmasin dan Banjarbaru Tertinggi
Baca Juga: Sekolah di HST Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh karena Kabut Asap, Begini Nasib Distribusi MBG
Situasi serupa diperkirakan masih terjadi pada Oktober 2026.
Baru di November 2026, kata Widji Cahyadi, secara umum curah hujan di wilayah Kalsel diprediksi berada pada kategori menengah.
"Kategori menengah sejumlah 81 persen dan kategori rendah sejumlah 19 persen," ucapnya.
Kondisi Karhutla
Hingga kini, Karhutla di Kalsel masih marak terjadi. Kabut asap tebal pun masih terus menyelimuti langit Banua.
Gubernur Kalsel H Muhidin, Senin kemarin melihat sendiri kondisi Karhutla di kawasan Jalan Bandara Syamsudin Noor, Landasan Ulin, Banjarbaru.
Meski kobaran api di permukaan mulai berkurang, panas dan asap masih ditemukan dari dalam tanah gambut.
Muhidin bahkan ikut melakukan pengecekan langsung dengan memasukkan pipa sepanjang sekitar dua meter ke dalam tanah untuk mengetahui kondisi gambut di bawah permukaan.
“Dari kemarin Jumat sampai hari ini masih belum padam. Ternyata apinya di dalam,” katanya.