WARTABANJAR.COM, PANGKALAN BUN– Sambil lesehan dan rebahan di lantai, puluhan murid sekolah dasar di Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah mengikuti pelajaran.

Ada yang duduk, ada pula yang sambil tiarap.

Setelah menatap papan tulis putih di depan, anak-anak itu kemudian menulis di lantai ubin.

Tidak ada meja dan kursi bagi puluhan murid di kelas itu.

Hanya ada sejumlah papan tulis di ruangan menandakan kelas belum disekat.

Dinding bangunannya juga hanya berupa papan fiber semen.

Inilah potret SDN 1 Batu Belaman di Desa Batu Belaman, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Oleh karena jumlah peserta didik pada tahun ajaran 2026/2027 melonjak, maka ruang belajar SDN satu-satunya di Desa Batu Belaman ini tidak lagi cukup.

Sebagian siswa ditempatkan di bangunan belum jadi hasil swadaya wali murid.

Menurut guru sekolah tersebut, Hj. Syarifah, sekolahnya cuma mempunyai delapan ruang kelas, padahal mereka perlu 12 ruangan agar seluruh proses belajar mengajar 343 murid dapat berjalan normal.

BACA JUGA: Tim SAR Gabungan Evakuasi ABK Meninggal Dunia di Perairan Laut Jawa Kotawaringin Barat

BACA JUGA: Bocah Diterkam Buaya di Sungai Arut Kotawaringin Barat Akhirnya Ditemukan

"Sebelum tahun ajaran baru dimulai, kami sudah menyampaikan kondisi ini kepada orangtua murid dan mereka memahami, " ujarnya saat ditemui wartawan di sekolah.

Walau pihak sekolah telah mengusulkan pembangunan ruangan baru melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) sejak 2023 dan Dinas Pendidikan telah beberapa kali melakukan peninjauan, realisasinya tak kunjung ada.

Menanggapi banyak anak desa belajar tanpa meja dan kursi di SDN setempat, Sekretaris Desa Batu Belaman, Mahmudin, meminta pemerintah kabupaten segera membangunkan ruang belajar.

“Kami berharap anak-anak mendapat fasilitas yang sama dalam hal pendidikan," tegasnya. (wartabanjar.com/tamam)

Editor: Yayu