WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Polda Kalimantan Selatan mengungkap 35 kasus penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi dalam kurun waktu 6 April hingga 4 Mei 2026.
Pengungkapan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Markas Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan, di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (4/5/2026).
Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, mengatakan dari pengungkapan tersebut polisi mengamankan 33 tersangka dari 35 laporan polisi.
Baca Juga Modus LPG Ilegal di Kalsel, Gas 3 Kg Dipindah ke Portabel
“Hari ini kita sama-sama saksikan bahwa di depan kita ini ada barang bukti penangkapan BBM dan gas yang dilaksanakan Direktorat Kriminal Khusus dan Polres jajaran,” ujarnya.
Ia menyebut pengungkapan tersebut dilakukan di 28 tempat kejadian perkara yang tersebar di sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan.
“Penegakan hukum ini berlangsung kurang lebih selama 29 hari,” ungkapnya.
Barang bukti yang diamankan meliputi 9.484,9 liter pertalite, 2.985 liter solar, 723 tabung LPG 3 kilogram isi, 488 tabung LPG kosong, 2.213 tabung gas portable, 277 jerigen berbagai ukuran, hingga satu tandon berkapasitas 1.000 liter.
Selain itu, polisi juga menyita sejumlah kendaraan yang digunakan para pelaku, terdiri dari empat unit kendaraan roda enam, tujuh unit roda empat, satu unit roda tiga, serta 12 unit roda dua.
Kapolda juga menyampaikan, praktik penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi tersebut diperkirakan menyebabkan kerugian negara mencapai Rp12.416.149.800.







