WARTABANJAR.COM, BANJARBARU- Gedung baru Rumah Sakit Bhayangkara dr. Yusuf Wibandoko resmi hadir untuk memperluas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Berlokasi di Jalan A Yani Kilometer 34,5, rumah sakit tersebut berdiri berdampingan dengan Mapolres Banjarbaru dan tak jauh dari Taman Van der Pijl.

Gedung Rumah Sakit Bhayangkara dr. Yusuf Wibandoko diresmikan Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapusdokkes) Polri, Irjen Pol Asep Hendradiana bersama Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, Jumat (10/7/2026).

Kapusdokkes Polri, Irjen Pol Asep Hendradiana mengatakan rumah sakit tersebut akan memberikan pelayanan kesehatan bagi anggota Polri, keluarga hingga masyarakat umum.

“Rumah sakit ini memang dibangun dan diperuntukkan bagi anggota Polri, keluarga dan masyarakat. Di sini nanti pelayanan BPJS juga bisa dilaksanakan,” ujarnya saat ditemui awak media.

Untuk mendukung pelayanan tersebut, rumah sakit ditargetkan memiliki kapasitas sekitar 140 tempat tidur dengan bangunan yang terdiri hampir lima lantai.

“Targetnya dengan bangunan hampir lima lantai, kurang lebih 140 tempat tidur,” katanya.

Selain menyiapkan fasilitas, pemenuhan tenaga kesehatan juga menjadi bagian yang akan diperkuat untuk menunjang operasional rumah sakit.

“Dokternya nanti terpenuhi, baik dokter spesialis maupun tenaga medis dan paramedis lainnya,” jelasnya.

Tenaga kesehatan tersebut akan melibatkan unsur Polri, aparatur sipil negara (ASN) maupun mitra dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di Kalimantan Selatan.

“Rumah sakit ini juga menjadi bagian untuk wahana pendidikan dengan adanya perguruan tinggi di wilayah Banjarbaru,” ungkap Asep.

Seiring pengembangan layanan, sejumlah alat pendukung medis masih akan dilengkapi secara bertahap untuk meningkatkan kemampuan rumah sakit.

“Secara bertahap akan terus ditingkatkan beberapa alat pendukung medis yang harus dilengkapi sehingga nantinya dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ucapnya.

Penguatan fasilitas dan sumber daya manusia nantinya juga menjadi bagian dari peningkatan kelas rumah sakit.

“Awal berdiri menjadi rumah sakit tipe D. Nanti bertahap meningkat menjadi tipe C dan tipe B sesuai kapasitas kemampuannya,” jelas Asep.