WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Aksi premanisme di sejumlah SPBU di Kalimantan Selatan yang menyasar sopir truk, masih menjadi perhatian Polda Kalsel.

Dalam sejumlah pengungkapan, polisi juga mendapati para pelaku membawa senjata tajam saat melakukan aksi pemerasan.

Hal itu disampaikan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalsel Kombes Pol Frido Situmorang, saat konferensi pers pengungkapan kasus 3C dan premanisme di Mapolda Kalsel, Senin (29/06/2026).

Frido mengatakan, aksi premanisme tersebut telah beberapa kali ditindak bersama polres jajaran.

”Untuk premanisme di SPBU, kita sudah banyak melakukan tindakan. Polres jajaran juga sudah melakukan penindakan gabungan dengan Jatanras Polda,” ujarnya.

Frido juga menjelaskan, para pelaku memanfaatkan kondisi SPBU yang dipenuhi kendaraan, terutama truk yang mengantre untuk mendapatkan BBM.

”Memang di SPBU ini kan banyak kendaraan-kendaraan yang antre, yang kemudian untuk bisa dia cepat, ya diatur oleh preman-preman yang ada di sana,” ujarnya.

Setelah mengatur antrean, para pelaku kemudian meminta sejumlah uang kepada sopir truk sebagai imbalan.

Baca Juga: Polda Kalsel Pastikan Kasus Pembunuhan Ustazah Hasanah Segera Masuk Persidangan

Baca Juga: Selama Enam Bulan, Polda Kalsel Amankan 211 Tersangka Kasus 3C dan Premanisme

Nominal yang diminta pun tidak besar, namun dilakukan berulang kepada para pengemudi yang ingin lebih cepat mendapatkan giliran.

”Rata-rata memang premanisme yang di sana itu, dia hanya minta Rp20 ribu, Rp5 ribu, dan Rp10 ribu,” ungkap Frido.

Seluruh pelaku yang berhasil diamankan telah diserahkan kepada masing-masing polres, untuk diproses sesuai ketentuan hukum.

Meski demikian, Polda Kalsel memastikan operasi pemberantasan premanisme di SPBU akan terus dilakukan, agar praktik serupa tidak kembali meresahkan masyarakat.

”Tetap akan kita lakukan penindakan terhadap premanisme yang ada di SPBU,” tegasnya. (wartabanjar.com/Ikhsan)