PLN Kalselteng Umumkan Kerusakan Pembangkit, Pemadaman Listrik Kalsel Diperpanjang?
WARTABANJAR.COM - PT PLN (Persero) Kalselteng kembali menyampaikan kerusakan pembangkit, unit 1 PLTU TPI pada Kamis, 6 Agustus 2026 kemarin.
Belum diketahui apakah kerusakan tersebut kembali membuat pemadaman bergilir di Kalsel diperpanjang.
Seperti diketahui, pemadaman bergilir di Kalselteng dijadwalkan berakhir pada 25 Agustus nanti.
Jadwal ini dipastikan usai peninjauan PLTU Asam-Asam di Kabupaten Tanah Laut oleh Gubernur Kalsel, H Muhidin.
Melalui unggakan resmi akun instagram PLN Kalselteng, Jumat (7/82026), menyampaikan bahwa kondisi sistem kelistrikan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah saat ini masih berada dalam status siaga.
Sebelumnya, PLTU Tanjung Power Indonesia (TPI) Unit 2 telah beroperasi pada 28 Juli 2026, selesai lebih cepat dari target untuk memperkuat sistem kelistrikan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
Pasokan daya kembali bertambah setelah PLTU SLK Gunung Mas Unit 1 mulai beroperasi pada 5 Agustus
2026.
Baca Juga Kebakaran Pasar Teluk Dalam Banjarmasin, Pemadam Kesulitan Sumber Air
Baca Juga Diserang Saat Hendak Kumandangkan Azan, Marbot Masjid Tewas Penuh Luka Sabetan Samurai
Namun, pada 6 Agustus 2026, PLTU TPI Unit 1 mengalami kebocoran pada boiler.
Sehingga daya mampu sistem kelistrikan kembali terbatas.
Disebutkan PLN terus berkoordinasi dengan mitra swasta untuk mempercepat proses pemulihan agar
pasokan listrik dapat segera kembali normal.
Untuk menjaga keandalan sistem, PLN melakukan penghentian sementara pasokan listrik secara terbatas selama 7 hari ke depan kepada sebagian pelanggan.
Di tengah kondisi tersebut, PLN mengerahkan segala upaya terbaik, termasuk optimalisasi seluruh sumber daya dan pengaturan operasi sistem, agar dampak yang dirasakan masyarakat dapat ditekan seminimal mungkin, khususnya terhadap pelayanan publik, fasilitas vital, serta aktivitas masyarakat.
"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi serta mengharapkan pengertian dan dukungan masyarakat selama proses pemulihan berlangsung." (Wartabanjar.com)