WARTABANJAR.COM, PURWAKARTA - Nasib menyedihkan dialami seorang pria berinisial AS (68) seorang marbot atau pengelola masjid di Purwakarta, Jawa Barat.

Ia ditemukan tewas di kompleks Masjid Al Muhajirin di Perumahan Metro Cikopo, Desa Cibodas, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Kamis (6/8/2026) siang.

Pakaian yang dikenakannya penuh darah karena banyaknya luka-luka di tubuh marbot tersebut.

Ia diduga dianiaya oleh seseorang yang belum diketahui identitasnya dengan menggunakan senjata tajam.

Polisi menemukan sebilah samurai yang masih terdapat bercak darah saat melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) di kompleks masjid tersebut. 

Baca Juga: Pikap dan Truk Tabrakan di Jalan Soebarjo Kabupaten Banjar, Satu dari Dua Korban Dilaporkan Tewas

Baca Juga: Tavares Langsung Menangis Usai Persebaya Taklukkan Persib di Final Piala Presiden

Menurut beberapa warga, AS kemungkinan diserang saat hendak mengumandangkan Azan Zuhur.

Pasalnya, selain menjaga dan membersihkan masjid, AS juga bertugas mengumandangkan azan sholat di masjid tersebut.

Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, mengungkapkan warga menemukan AS sudah dalam kondisi terkapar penuh darah saat hendak menunaikan Sholat Zuhur di masjid itu sekira pukul 12.30 WIB.

"Korban berinisial AS, usia 65 tahun. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan terkait dugaan penganiayaan atau pembunuhan yang terjadi di Desa Cibodas, Kecamatan Bungursari," ujarnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, AS mengalami beberapa luka akibat terkena senjata tajam.

"Luka akibat bacokan ada, luka terbuka terlihat jelas pada tubuh korban. Diduga korban diserang berulang kali," kata Made Purwantara.

Polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa sebilah samurai.

Sementara satu senjata tajam lainnya yang diduga juga digunakan pelaku masih dalam proses pendalaman.

"Barang bukti yang sudah kami amankan berupa samurai. Untuk celurit nanti kami pastikan kembali," ucapnya.

Meski motif pembunuhan belum diketahui, penyidik memastikan identitas terduga pelaku telah dikantongi setelah terekam kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi.

"Pelaku sudah teridentifikasi melalui rekaman CCTV. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut," ungkapnya.