WARTABANJAR.COM, BARABAI – Bank Sampah Ratikita.id dari Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, masuk tujuh besar nominator penerima Penghargaan Kalpataru 2026 kategori Penyelamat Lingkungan.

Capaian tersebut mendapat perhatian Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang mendorong Ratikita.id memperluas dampak pengelolaan sampah hingga tingkat desa. 

Langkah itu dinilai penting agar perubahan perilaku masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah dapat diukur secara nyata.

Dorongan tersebut disampaikan Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah KLH, Hanifah Dwi Nirwana, saat mengunjungi Ratikita.id di Barabai, Kamis (6/8/2026).

Baca juga: Jemaah Umrah Kalsel yang Sempat Telantar Akhirnya Pulang ke Tanah Air

Menurut Hanifah, meski Ratikita.id belum berhasil meraih penghargaan Kalpataru tahun ini, gerakan yang diinisiasi anak-anak muda tersebut telah menunjukkan kontribusi positif dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan.

“Harapan kami, Ratikita terus mengembangkan edukasi kepada masyarakat. Yang juga penting adalah menghadirkan pilot project di desa sehingga terlihat perubahan perilaku masyarakat sebelum dan sesudah program berjalan,” kata Hanifah.

Ia mengatakan, keberhasilan gerakan pengelolaan sampah tidak hanya dilihat dari jumlah sampah yang dikumpulkan, tetapi juga dari perubahan kebiasaan masyarakat.

Ketika warga mulai memilah sampah secara mandiri dan membawanya ke tempat pengelolaan sampah yang tersedia di desa, menurut Hanifah, hal tersebut menjadi bukti bahwa edukasi lingkungan telah menghasilkan perubahan perilaku.

Baca juga: Pemandian Sungai Murung A HST Ditutup Usai Siswi SD Tewas Tenggelam, Pemilik Lahan Diperiksa Polisi

Hanifah juga mengapresiasi Ratikita.id sebagai gerakan yang tumbuh dari masyarakat dan banyak digerakkan anak muda.

“Kami dari Kementerian Lingkungan Hidup menyambut baik dan mengapresiasi upaya-upaya yang dilakukan masyarakat, apalagi diinisiasi anak-anak muda. Mudah-mudahan terus berkembang dan memberikan dampak besar bagi pengelolaan sampah di Hulu Sungai Tengah,” ujarnya.

CEO Ratikita.id, Muliyadi Saputra, mengatakan kunjungan tersebut menjadi penyemangat bagi komunitas yang telah mengembangkan pengelolaan sampah berbasis digital selama hampir enam tahun.