Ratikita.id HST Masuk Nominasi Kalpataru 2026, 391 Ton Sampah Berhasil Didaur Ulang
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Bank sampah berbasis digital Ratikita.id dari Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) Provinsi Kalimantan Selatan berhasil masuk nominasi calon penerima penghargaan Kalpataru 2026 kategori Penyelamat Lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup (LH).
Meski belum berhasil meraih penghargaan nasional tersebut, capaian Ratikita.id menjadi catatan bersejarah bagi gerakan pengelolaan sampah berbasis digital di HST.
Direktur Ratikita.id, Muliyadi Saputra, mengatakan pihaknya bersyukur inovasi yang dibangun sejak 2021 tersebut mendapat perhatian hingga tingkat nasional.
“Alhamdulillah, kami sebagai pelopor digitalisasi pengelolaan sampah di Kalimantan bisa masuk sampai ke tahap ini. Walaupun belum berhasil meraih penghargaan tersebut, kami tetap bersyukur,” kata Muliyadi di Barabai, Jumat (7/8/2026).
Baca juga: Jemaah Umrah Kalsel yang Sempat Telantar Akhirnya Pulang ke Tanah Air
Menurut Muliyadi, proses hingga masuk nominasi Kalpataru tidak lepas dari dukungan sejumlah pihak, termasuk Dinas Lingkungan Hidup HST, Dinas Lingkungan Hidup Kalimantan Selatan, serta rekomendasi Bupati HST Samsul Rizal dan Ketua DPRD HST H. Pahrijani.
Namun pada penilaian akhir, Ratikita.id belum bisa menjadi penerima penghargaan setelah bersaing dengan sejumlah kandidat dari berbagai daerah di Indonesia.
Bagi Ratikita.id, hasil tersebut tidak mengurangi komitmen untuk terus mengembangkan pengelolaan sampah berbasis digital.
Baca juga: Pemandian Sungai Murung A HST Ditutup Usai Siswi SD Tewas Tenggelam, Pemilik Lahan Diperiksa Polisi
Sejak hadir pada 2021, Ratikita.id mengembangkan platform yang memungkinkan masyarakat mengetahui harga sampah sekaligus melakukan transaksi secara lebih transparan.
“Masyarakat bisa melihat langsung harga sampah secara real-time. Digitalisasi ini membantu baik untuk pelayanan bank sampah maupun transparansi harga kepada para nasabah,” jelasnya.
Tidak hanya mengandalkan platform digital, Ratikita.id juga menjalankan edukasi pengelolaan sampah melalui prinsip 3R atau reduce, reuse, recycle.
Edukasi tersebut telah dilakukan di 45 sekolah. Ratikita.id juga aktif menggelar kegiatan bersih lingkungan di sejumlah kawasan wisata sebagai bagian dari upaya mendorong pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular.