Tragedi Nasi Bungkus Berujung Duel Maut di Depan SPBU Basirih Banjarmasin Direka Ulang
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Namanya Muhammad Helmi. Laki-laki berusia 41 tahun ini biasa disapa Imi Cobra.
Senin (14/9/2026) dini hari lalu, Imi Cobra tewas setelah duel dengan Rahmatullah alias Amat (38).
Keduanya berteman. Imi Cobra bekerja sebagai jukir (juruparkir) sementara Amat adalah wakar (penjaga malam) di kawasan sekitar SPBU Basirih, Banjarmasin Selatan.
Gegara nasi bungkus, pertemanan mereka justru berujung pada duel.
Bahkan, Imi Cobra tewas terkena senjata tajam saat adu kekuatan itu.
Sementara Amat selamat dari maut meski sempat mengalami luka parah sehingga beberapa hari dirawat di rumah sakit.
Rabu (7/10/2026), kejadian tragis itu direka ulang alis direkonstruksi.
Baca Juga: BMKG Sebut Musim Hujan di Kalsel Mundur, Prediksi Mulai Desember
Baca Juga: Kampus Uniska Handil Bakti Batola Terkepung Karhutla, Mahasiswa Panik
Namun, reka ulang dilakukan di halaman Mapolsek Banjarmasin Selatan, bukan di lokasi terjadinya duel maut tersebut, seberang SPBU diJalan Gubernur Soebardjo Lingkar Basirih.
Sebanyak 20 adegan diperagakan oleh Amat dan pemain pengganti Imi Cobra.
Seusai reka ulang, Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Selatan, Iptu Sudirno mengungkapkan kejadian itu berlangsung spontan.
Tidak ditemukan unsur perencanaan. “Saat itu korban dalam kondisi mabuk. Korban sempat menawarkan makan, kemudian merasa tersinggung sehingga terjadi cekcok yang berujung pada peristiwa tersebut. Sementara tersangka tidak dalam kondisi mabuk,” ujar Sudirno.
Kronologinya, Imi Cobra datang membawa sebungkus nasi kemudian duduk bersama Amat dan satu teman mereka.
Imi Cobra lalu menawarkan nasi tersebut kepada Amat.
Namun, Amat menolak sembari mengatakan,"Pian aja Mang Imi yang makan.”
Meski sudah ditolak, Imi Cobra tetap menawarkan.
Melihat itu Amat bertanya jumlah nasi bungkus yang dibawa korban.
Setelah mengetahui hanya satu bungkus, ida mengatakan,"Amun sabungkus itu aja pian nukar, pian aja yang makan. Jakanya dua ulun makan ae.”
Ternyata ucapan itu justru membuat Imi Cobra tersinggung dan marah. Ia bahkan kemudian mengambil sebilah senjata tajam dari balik baju.