WARTABANJAR.COM, PELAIHARI -Pemerintah Kabupaten Tanah Laut memacu perpustakaan sekolah untuk meningkatkan kualitas tata kelola melalui penerapan Standar Nasional Perpustakaan (SNP) serta pemenuhan akreditasi, guna memperkuat budaya literasi dan mencetak sumber daya manusia berdaya saing di Fave Hotel Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu (7/10/2026).

Hal ini diwujudkan lewat pembukaan Sosialisasi dan Advokasi Implementasi Standar Nasional Perpustakaan serta Persiapan Akreditasi Perpustakaan yang berlangsung pada 7–8 Oktober 2026.

Kegiatan diresmikan oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Tanah Laut, Rudi Ismanto, yang hadir mewakili Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto.

Dalam sambutannya, Rudi Ismanto menegaskan peran vital perpustakaan sekolah sebagai pusat belajar utama siswa sekaligus wadah pembentukan minat baca dan tulis.

Ia menekankan bahwa pengelolaan fasilitas ini harus terus berkembang mengikuti dinamika zaman dan kebutuhan peserta didik.

"Perpustakaan merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan membangun budaya literasi masyarakat," ujarnya.

Baca Juga BMKG Sebut Musim Hujan di Kalsel Mundur, Prediksi Mulai Desember

Baca Juga Polres Tanah Laut Blender 345 Gram Sabu Hasil Pengungkapan 19 Kasus Narkotika Juli - September

Ia menggarisbawahi perubahan fungsi perpustakaan modern yang tidak lagi terbatas pada aktivitas peminjaman buku semata, melainkan menjadi pusat riset dan referensi pengetahuan.

Di samping itu, digitalisasi dan integrasi teknologi juga didorong agar akses informasi semakin luas, selama tetap dimanfaatkan secara positif untuk proses pembelajaran.

Lebih lanjut, penerapannya dinilai sebagai momen evaluasi menyeluruh untuk membenahi manajemen pelayanan secara berkelanjutan, bukan sekadar menggugurkan kewajiban administratif akreditasi semata.

"Berbangga dan mencari tanggung jawab Bapak Ibu sekalian untuk bisa mewakili Kabupaten Tanah Laut dalam akreditasi ini. Kita tunjukkan bahwa Kabupaten Tanah Laut mampu, didukung Dinas Perpustakaan dan narasumber," pesannya.

Agenda pembenahan ini diikuti sebanyak 35 peserta dari unsur kepala sekolah serta pengelola perpustakaan tingkat SD, SMP, hingga SMA sederajat.