Massa Kembali Geruduk PLN Palangka Raya, Pemadaman Listrik di Kalteng Belum Usai
WARTABANJAR.COM, PALANGKA RAYA - Dua hari berlalu, ternyata listrik masih juga padam di sejumlah kawasan Kalimantan Tengah (Kalteng), Jumat (7/8/2026).
Oleh karena PT PLN dinilai tidak menepati janji mengakhiri pemadaman bergilir pada Rabu (5/8/2026), puluhan orang yang menamakan diri Aliansi Gerakan Palangka Raya Gelap mendatangi Kantor PLN UP3 Palangka Raya, Jumat.
Dalam aksi kelima ini, massa menilai janji manajemen PLN saat pertemuan di Istana Isen Mulang Palangka Raya tidak benar.
Sebagai contoh, PLN ULP Palangka Raya barat dan timur mengumumkan penghentian sementara pasokan listrik secara terbatas kepada sebagian pelanggan di wilayah kerjanya pada Jumat.
Pemadaman ini dilakukan sehubungan dengan adanya gangguan pada sistem kelistrikan di wilayah barat dan timur Kota Cantik.
Berdasarkan pengumuman resmi pihak PLN, penghentian pasokan listrik dijadwalkan berlangsung dengan estimasi waktu mulai pukul 11.00 WIB hingga 14.00 WIB.
Baca juga: Lagi, PLN Kalselteng Umumkan Kerusakan Pembangkit, Pemadaman Listrik Bergilir Diperpanjang?
Di hadapan perwakilan PLN, massa meminta penjelasan terbuka mengenai kondisi sistem kelistrikan, kepastian kapan pemadaman berakhir, serta kompensasi bagi masyarakat dan pelaku usaha yang mengalami kerugian.
Perwakilan PLN UP3 Palangka Raya, Asisten Manajer Jaringan dan Konstruksi, Sesen, mengatakan sistem kelistrikan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah masih berada dalam kondisi siaga.
Kondisi tersebut kembali terjadi setelah PLTU Tanjung Power Indonesia (TPI) mengalami gangguan pada 6 Agustus 2026.
"Gangguan tersebut menyebabkan kemampuan pasok sistem kelistrikan Kalselteng kembali menurun sehingga status sistem masih berada dalam kondisi siaga," kata Sensen, Jumat sore.
Baca juga: Perempuan Pengendara di Kobar Kalteng Sampai Pingsan Antre Pertalite di SPBU
Sebelumnya, kondisi kelistrikan sempat membaik setelah PLTU TPI Unit 2 beroperasi lebih cepat dari target pada 28 Juli 2026.
Tambahan pasokan juga masuk setelah PLTU SLK Gunung Mas Unit 1 mulai beroperasi pada 5 Agustus.
Namun, perbaikan tersebut kembali terganggu setelah terjadi kebocoran pada bagian boiler PLTU TPI. Akibatnya, kemampuan pasok listrik kembali terbatas.