“Pemerintah hadir agar anak tidak merasa sendirian. Kami memberikan dukungan moral, bantuan ekonomi, pendampingan psikologis, hingga pembebasan biaya visum. Kami ingin memastikan masa depan anak ini tetap terjamin,” tegas Lilis.

Dalam kunjungan tersebut, Pemkab Kebumen menyerahkan santunan, paket sembako, perlengkapan sekolah, serta mainan untuk AZ. Pemerintah daerah juga menawarkan pekerjaan kepada paman dan bibi korban agar dapat fokus mendampingi tumbuh kembang anak tersebut.

Trauma Healing Jadi Prioritas

Pelaksana Tugas Kepala UPTD PPA Kebumen, Arum Dwi L, menjelaskan bahwa AZ masih mengalami trauma berat.

“Anak masih takut terhadap orang asing dan sering terlihat gelisah. Pendampingan dilakukan dengan pendekatan ramah anak melalui permainan dan komunikasi ringan,” ujarnya.

Keluarga besar juga diimbau untuk tidak membahas ulang peristiwa tragis tersebut di depan AZ agar kondisi psikologisnya tidak semakin terganggu. Pemerintah memastikan pendampingan lintas sektor akan terus berjalan demi menjamin hak pendidikan, kesehatan, dan perlindungan mental anak tersebut.

Tragedi Buayan menjadi pengingat keras bahwa tekanan ekonomi dan konflik rumah tangga dapat berdampak serius pada kesehatan mental. Kehadiran keluarga, lingkungan, dan pemerintah menjadi kunci utama agar peristiwa serupa tidak kembali terulang.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)

editor: nur_muhammad