WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Meninggalnya Zahratun Amelia, yang akrab disapa Amel, menyisakan duka mendalam banyak kalangan.

Tak hanya keluarga, teman dan para guru di SMAN 1 Banjarmasin, tidak sedikit pula warga Banjarmasin yang menyampaikan duka cita melalui media sosial (medsos)

Terlebih Amel adalah putri salah seorang pelaku usaha di Banjarmasin yang dikenal banyak orang.

Senin (28/9/2026) malam sekira pukul 20.30 Wita, Amel mengalami kecelakaan saat perjalanan pulang seusai mengikuti les di salah satu Lembaga bimbingan belajar (bimbel).

Sepeda motor Vespa Sprint DA 5978 CX yang dikendarainya berbenturan dengan dumptruck yang malam itu menyusuri kawasan dalam Kota Banjarmasin.

Tepatnya di tikungan rumah dinas Gubernur Kalsel, Mahligai Pancasila, dekat taman Bundaran KB, Jalan Soetoyo S.

Amel sempat dibawa ke IGS RS Ulin Banjarmasin tetapi nyawanya tidak tertolong. 

Diduga Amel terjatuh bersama motornya ke sisi kanan lalu terlindas roda dumptruck bernomor polisi DA 8271 JH yang melaju dari arah yang sama.

Menurut sejumlah saksi mata, bagian belakang sepeda motor Amel mengalami kerusakan parah. 

Kepada pers, Selasa (29/9/2026), Kasat Lantas Polresta Banjarmasin AKP Embang Pramono mengatakan sopir dumptruck sudah diamankan.

Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan guna mengungkap kronologi kejadian tersebut.

AKP Embang Pramono menegaskan pula sopir dumptruck tidak melarikan diri, bahkan ia sempat dating ke RSUD Ulin untuk mengecek kondisi Amel. 

Baca Juga: SMAN 1 Banjarmasin Berduka, Siswinya Meninggal karena Kecelakaan Seusai Bimbel

Baca Juga:  Akhirnya Bangkai Kapal Virgo Segera Diangkat, Peralatan Salvage Dikirim dari Singapura

Ingin kuliah di Unibraw

Kesedihan dan duka mendalam pun dirasakan keluarga besar SMAN 1 Banjarmasin.

Sejumlah teman Amel bahkan mengungkapkan siswi kelas XII IPS itu baru saja merayakan ulang tahun, Sabtu (26/9/2026) malam.

Mereka juga mengatakan Amel beberapa kali mengatakan kepada teman tentang rencananya kuliah di Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang, Jatim.

Duka pun dirasakan Kepala SMA Negeri 1 Banjarmasin Fery Setyawan Amadhy.