Basarnas Minta Video Korban Kapal Virgo Tak Disebar, Kasus Ditangani Mabes Polri
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Beredarnya rekaman proses pencarian dan evakuasi korban kecelakaan Kapal Virgo tenggelam di perairan Jawa tanpa sensor di media sosial menjadi perhatian Basarnas Banjarmasin.
Basarnas meminta masyarakat dan insan pers tidak menyebarluaskan kembali visual sensitif tersebut demi menghormati korban dan keluarga yang ditinggalkan.
Kasubbag Umum Basarnas Banjarmasin, Budiono, mengatakan pihaknya mengetahui sejumlah rekaman sudah beredar di media sosial dan menyayangkan penyebaran gambar maupun video kondisi korban tanpa penyaringan.
“Video-video itu sudah terlanjur terekspos. Harapan kami, masyarakat dan teman-teman wartawan membantu agar gambar atau video tersebut tidak lagi di-expose ke publik,” ujar Budiono dalam konferensi pers di RS Bhayangkara, Senin (29/9/2026).
Ia berharap seluruh pihak mengedepankan empati serta menjaga etika dalam menyampaikan informasi terkait musibah tersebut.
Baca Juga Daftar Terbaru Nama 41 Korban Meninggal Kapal Virgo, 30 Orang Masih Diidentifikasi
Baca Juga Amel Urung Kuliah di Unibraw, Siswi SMAN 1 Banjarmasin Meninggal karena Dumptruck Masuk Kota
Penanganan Kasus Dipusatkan di Mabes Polri
Di sisi lain, penanganan hukum dan penyelidikan kecelakaan KM Virgo kini ditangani Mabes Polri.
Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Nur Khamid, mengatakan keputusan tersebut mempertimbangkan efektivitas penanganan karena perkara melibatkan sejumlah wilayah, sekaligus membutuhkan koordinasi dengan berbagai ahli dan instansi terkait.
“Penanganannya ditangani oleh Mabes Polri karena menyangkut efektivitas dan koordinasi, termasuk pemeriksaan ahli maupun instansi terkait,” jelas Nur Khamid.
Polda Kalsel meminta media dan masyarakat menunggu perkembangan resmi dari Mabes Polri.
Informasi lanjutan terkait perkara tersebut nantinya akan disampaikan oleh Divisi Humas Mabes Polri.
Dengan penanganan yang dipusatkan di tingkat Mabes Polri, proses penyelidikan diharapkan dapat berjalan melalui koordinasi lintas wilayah dan instansi yang terlibat. (Wartabanjar.com)