WARTABANJAR.COM, SAMARINDA - Menggunakan terpal, petugas Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) membuat sejumlah kubangan di hutan yang menjadi habitat orangutan.

Empat kubangan dibuat di jalur lintasan satwa liar menuju sumber air.

Hal ini dilakukan untuk membantu satwa yang kehausan di tengah musim kering akibat kemarau ekstrem.

Langkah itu dilakukan setelah sebagian besar orangutan yang dievakuasi beberapa waktu terakhir ditemukan mengalami dehidrasi akibat sumber air yang semakin terbatas.

Menurut Kepala BKSDA Kaltim M Ari Wibawanto, satwa sebenarnya tidak hanya memperoleh kebutuhan air dengan minum langsung dari sumber air. 

"Dalam kondisi normal, kemarau normal, tidak El Nino, mungkin kebutuhan air masih bisa terpenuhi. Tidak hanya dari minumnya langsung ke sumber air, tapi juga dari makanan, dari pucuk-pucuk daun yang masih ada kandungan airnya," ujar Ari, Sabtu (26/9/2026).

Baca juga: Hujan Deras Disertai Angin Sebabkan Tiang Listrik Roboh di Desa Pingaran Banjar

Baca juga: Hujan Guyur Sejumlah Wilayah Kalsel, BMKG: Potensi Berlanjut Hingga Akhir September 2026

Ari mengatakan sumber air hingga kandungan air pada pakan dapat berkurang ketika kemarau berlangsung ekstrem. Kondisi tersebut membuat BKSDA mulai mengantisipasi kebutuhan air satwa liar dengan menyediakan kubangan buatan.

Untuk tahap awal, empat kubangan air telah dibuat di titik yang ditentukan berdasarkan temuan petugas di lapangan. 

Lokasinya sengaja tidak dipublikasikan untuk mencegah titik tersebut dimanfaatkan sebagai lokasi perburuan satwa.

Pemanfaatan kubangan akan dipantau menggunakan camera trap. 

Jika terbukti dimanfaatkan satwa, BKSDA berencana memperbanyak titik serupa di kawasan lainnya.

Ari menyebut ukuran kubangan yang dibuat tidak terlalu besar, yakni sekitar 1x1 meter dengan kedalaman berkisar setengah hingga satu meter. 

Hal terpenting menurutnya adalah ketersediaan air bersih di dalam kubangan terus dijaga selama kekeringan berlangsung.