WARTABANJAR.COM, IKN - Tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Provinsi Jawa Timur pulang dari Ibu Kota Nusantara (IKN) dengan senyum ceria.

Mereka baru saja meraih gelar Juara Umum Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2026 yang terselenggara di IKN hingga bisa membawa piala bergilir Danadyaksa Dirgantara.

Prestasi di langit IKN ini hanya berjarak sepekan dari prestasi tim mahasiswa lain, yang meraih juara umum Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2026 di Bengkalis.

Di KKI, tim ITS bahkan hattrick alias tiga kali berturut-turut juara umum.

Baca juga: Hujan Deras Disertai Angin Sebabkan Tiang Listrik Roboh di Desa Pingaran Banjar

Baca juga: Kronologi Diduga Kawat Tertinggal dalam Jantung Pasien di Samarinda Kaltim, Kemenkes Turun Tangan

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono mengatakan ada 94 tim dari 43 perguruan tinggi se-Indonesia yang turut dalam KRTI.

"KRTI 2026 mempertemukan 94 tim mahasiswa dari 43 perguruan tinggi di Indonesia. Mereka adalah finalis dalam ajang inovasi teknologi wahana udara nirawak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV)," ujarnya, Sabtu (26/9/2026).

Kompetisi ini turut menguji berbagai aspek pengembangan UAV mulai dari kemampuan terbang, desain, strategi, pengembangan teknologi. Selain itu, peserta juga dibekali kemampuan beradaptasi dengan kondisi lapangan.

"Kegiatan ini untuk menguji kemampuan peserta dalam pengembangan inovasi teknologi wahana udara nirawak UAV," ucapnya.

Rektor Institut Teknologi Kalimantan Prof Dr Agus Rubiyanto selaku penyelenggara mengatakan KRTI diusung sebagai sarana dalam uji gagasan dan penerapan teknologi.

"KRTI ini bukan hanya sekedar kompetisi biasa untuk memperebutkan trofi kejuaraan, tetapi sarana pengujian gagasan dan aplikasi," katanya.

Menurutnya, penguasaan teknologi penerbangan tanpa awak sejalan dengan konsep pembangunan IKN sebagai kota cerdas. 

Oleh karena itu, mahasiswa memiliki peran penting dalam pengembangan teknologi penerbangan tanpa awak.

"Dalam mewujudkan kota masa depan, memang dibutuhkan penguasaan teknologi penerbangan tanpa awak. Oleh sebab itu, peran peserta di sini sangat krusial sekali," imbuh Agus.