Kronologi Diduga Kawat Tertinggal dalam Jantung Pasien di Samarinda Kaltim, Kemenkes Turun Tangan
WARTABANJAR.COM, SAMARINDA - Kepala Dinas Kesehatan, Jaya Mualimin menegaskan Kemenkes akan melakukan audit dan evaluasi terhadap layanan tindakan jantung di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda, Kaltim.
Tindakan ini dilakukan setelah ada pernyataan dari keluarga pasien tentang dugaan kawat sepanjang 2 sentimeter tertinggal di dalam tubuh menjalani pemasangan ring jantung.
"Kemenkes akan melakukan root cause analysis (RCA) untuk mengidentifikasi faktor-faktor kejadian tersebut. Penelusuran akan mencakup aspek pelayanan, prosedur medis, hingga kompetensi tenaga kesehatan yang terlibat," tegas Jaya Mualimin,
Sebelumnya, keluarga pasien Ediyanto Wong mengungkapkan dugaan kelalaian dalam tindakan medis di RSUD AWS Samarinda.
Melalui kuasa hukumnya, Andy Akbar diungkapkan Ediyanto Wong adalah pasien hemodialisis atau cuci darah rutin di RSUD AWS sejak 2022.
Kepada pers, Sabtu (26/9/2026), ia mengungkapkan permasalahan tersebut bermula saat Ediyanto kembali menjalani hemodialisis pada 18 Februari 2026.
Seusai menjalani itu, kondisi Ediyanto drop dan mengeluhkan nyeri ulu hati serta rasa tidak nyaman di dada dan punggung
Keesokan harinya, 19 Februari 2026, Ediyanto bersama istrinya, Yetlie Sulistio datang ke ruang hemodialisis RSUD AWS untuk meminta pertolongan.
Menurut Andy, keluarga kemudian mendapat arahan dari dr Kuntjoro Yakti, SpPD-FINASIM untuk menghubungi dokter spesialis jantung, dr MF, SpJP(K), FIHA.
"Setelah dihubungi, dr MF datang dan melakukan tindakan penanganan," kata Andy Akbar.
Ediyanto kemudian menjalani sejumlah tindakan medis di Cath Lab RSUD AWS, termasuk pemasangan stent atau ring pada jantung.
Namun, menurut keluarga, sebelum tindakan dilakukan tidak ada penjelasan secara menyeluruh mengenai prosedur medis yang akan dijalani Ediyanto.
"Ibu Yetlie selaku istri Bapak Ediyanto diminta menandatangani formulir persetujuan tindakan. Namun, menurut keluarga, tidak ada penjelasan dari pihak RSUD AWS maupun dr MF sebelum tindakan dilakukan. Karena dalam kondisi panik akibat serangan jantung yang dialami suaminya, formulir tersebut kemudian ditandatangani," katanya.
Setelah pemasangan ring, Ediyanto justru mengeluhkan rasa sakit di bagian dada seperti ketika mengalami serangan jantung.