WARTABANJAR.COM, SAMPIT – Siswa dan guru SMAN 1 Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) tidak bisa leluasa melaksanakan kegiatan belajar mengajar, Senin (28/9/2026).

Sembilan ruangan sekolah di Jalan Tjilik Riwut kilometer 28, Desa Sungai Paring, Kecamatan Cempaga tersebut dilaporkan ludes dilumat si jago merah pada Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 02.45 WIB. 

Dari semua ruang yang luluh-lantak terdapat enam ruang kelas, kantor guru, UKS serta aula.

Sugianto, warga setempat, mengatakan kobaran api dengan cepat merambat dibantu tiupan angin yang cukup kencang.

“Api cepat merambat karena anginnya cukup kencang. Warga yang datang juga tidak bisa berbuat banyak karena peralatan untuk memadamkan api seadanya,” kata Sugianto.

Baca juga: Hujan Deras Disertai Angin Sebabkan Tiang Listrik Roboh di Desa Pingaran Banjar

Baca juga: Komisi 1 DPRD Kalsel Singgung Kehidupan "Normal" Saat Karhutla dan BBM Pemadam

Warga kemudian berupaya membantu memadamkan api sembari menunggu petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Petugas pemadam kebakaran dari Pos Kota Besi bersama satu unit armada dari Markas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim kemudian berjibaku melakukan pemadaman.

Setelah hampir dua jam dilakukan penanganan, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.30 WIB.

Ningsih, salah satu guru, langsung dating begitu mendengar sekolahnya terbakar.

Berdasarkan informasi yang beredar, api bermula dari kantor.

Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran tersebut. 

Namun dari dugaan awal yang berhasil dihimpun, penyebabnya adalah korsleting. (wartabanjar.com)