Mengenal Dzikir, Ikhlas Mengerjakannya Menumbuhkan Kecintaan pada Allah

Keempat, dzikir pada ranah nafs adalah dengan mengendalikan emosi atau persaaan untuk senantiasa menumbuhkan rasa cinta dan ikhlas dalam beribadah kepada Allah.

Dzikir yang dilakukan oleh qalbu, aqal, dan jasad ini memiliki pengaruh kepada nafs. Sehingga nafs-nya kemudian bisa melakukan transendensi dari Nafs Ammarah yang cenderung kepada kejahatan, kemudian bertransformasi menjadi Nafs Lawamah yang menyesali kesalahan diri, sehingga bertransformasi menjadi Nafs Muthmainnah.

Beribadah 24/7

Seperti ditegaskan di awal tulisan ini, bahwa dalam kehidupan, di seluruh kehidupan kita, Ibadah kepada Allah adalah dilakukan secara 24 jam.

Rasulullah telah mengajarkan kepada kita bahwa kita harus senantiasa berdzikir kepada Allah. Dimulai sejak kita membuka mata dari tidur hingga kita menutup mata kembali.

Ketika kita membuka mata, kita dituntun Rasulullah untuk membaca doa bangun tidur yang merupakan dzikir kepada Allah, demikian juga saat kita menutup mata kembali; Kita mengingat Allah dengan doa ketika kita akan masuk dan keluar dalam kamar mandi; ketika akan makan dan setelah makan; ketika kita memakai baju; ketika kita bercermin; ketika kita masuk dan keluar rumah; ketika kita naik kendaraan; ketika kita melihat sesuatu yang indah atau pun yang buruk; ketika akan masuk dan keluar masjid; ketika memulai dan menutup majelis atau rapat; ketika kita akan bekerja atau berbisnis membaca bismillah; dan seterusnya.