Mengenal Dzikir, Ikhlas Mengerjakannya Menumbuhkan Kecintaan pada Allah

Pada prinsipnya, beribadah kepada Allah, tidak hanya dalam konteks yang telah diformalkan dalam shalat saja.

Bahkan ibadah kepada Allah dalam bentuk yang tidak formal lebih banyak lagi jumlahnya jika dikonversikan dengan waktu, yang secara keseluruhan adalah wujud kita mengabdi kepada Allah SWT.

Hakikat Ibadah kepada Allah: Dzikrullah

Shalat pada hakikatnya adalah untuk berdzikir kepada Allah seperti terulis dalam QS Thaha: 14
“Sesungguhnya Aku adalah Allah, tidak ada tuhan selain Aku. Maka, sembahlah Aku dan tegakkanlah salat untuk mengingat-Ku”

Ayat tersebut menjelaskan, bahwa shalat yang menghubungkan manusia dengan Allah itu esensinya adalah dzikir kepada Allah. Dzikir secara harfiah adalah mengingat Allah.

Selain itu, dalam Al quran juga ditegaskan bahwa dengan mengingat Allah maka kita akan terhubung dengan Allah. Merujuk pada firman Allah dalam Al-Qur’an, yaitu dalam Surat Al-Baqarah ayat 152:
“Maka ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu kufur (ingkar).”

Ayat tersebut menjelaskan kepada manusia bahwa secara ghaib manusia akan terhubung dengan Allah ketika berdizkir, mengingat Allah. Dengan mengingat Allah maka Allah akan mengingat hambanya, yakni mengizinkan hambaNya untuk terhubungan dengan DiriNya.

Allah pun akan menyambut permintaan hubungan kita dengan cepat, bahkan melebihi kemajuan yang bisa dilakukan manusia.

Seperti dalam Hadis Qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari No. 7405 dan Muslim No. 2675:
“Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah berfirman: “Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku terhadap-Ku, dan Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku pun mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di dalam sebuah majelis, maka Aku mengingatnya di dalam majelis yang lebih baik dari itu. Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku akan mendekat kepadanya sedepa. Dan jika ia datang kepada-Ku berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari.”