Lima Dapur MBG di Tarakan Disetop Sementara, SPPG Keluhkan Aturan Berubah-ubah
WARTABANJAR.COM, TARAKAN – Ribu pelajar di Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) tidak akan menerima Makan Bergizi Gratis (MGB) pada Senin (20/07/2026).
Hal ini terjadi sejak beberapa waktu lalu, dan belum tahu sampai kapan hal itu akan berlangsung.
Pasalnya, lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyediakan MBG buat mereka masih dihentikan sementara operasionalnya.
SPPG tersebut yakni SPPG Juata Kerikil, Karang Harapan, Pamusian 1, Pamusian 4, dan Pamusian 5.
Penghentian dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) karena dapur mereka belum memenuhi standar.
Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kota Tarakan, Dewi Rahmawati, menegaskan keputusan merupakan kewenangan pusat.
"Kami hanya melakukan pengecekan di dapur dan melaporkan hasilnya. Berjalan atau tidaknya dapur bukan kewenangan kami, keputusan ada di pusat," terangnya, Minggu (19/07/2026).
Dewi menjelaskan, laporan khusus tidak serta-merta menjadi dasar penutupan dapur.
Baca Juga: 10 Tahun Pelajar Santan Ulu Kukar Seberangi Habitat Buaya Gunakan Jembatan Gantung
Baca Juga: Lumba-lumba yang Tersesat di Sungai Mahakam Kaltim Ditemukan Mati di Kukar
Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam evaluasi ialah kelengkapan fasilitas dapur, termasuk Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
"Kami hanya memastikan perbaikan yang diminta sudah dilakukan. Setelah itu kami laporkan ke pusat. Kalau pusat menyatakan sudah memenuhi syarat, baru dapur bisa dibuka kembali," ujarnya.
Hal serupa disampaikan Dewi dalam rapat dengan Komisi II DPRD Kota Tarakan pada Sabtu (18/07/2026).
Rapat juga diikuti Makbul, pengurus Yayasan Sadewa Pejuang Bergizi, yang mengelola SPPG Pamusian 5, Karang Harapan, dan Juata Kerikil.
Makbul menjelaskan sejumlah catatan yang menjadi alasan dapur mendapat suspend seperti tempat penyimpanan ompreng yang belum memiliki sekat serta pemasangan saluran pembuangan asap.
Menurutnya, sejumlah catatan tersebut sebenarnya masih dapat dikomunikasikan karena membutuhkan waktu dalam pengerjaan.
“Kalau IPAL tidak ada masalah. Semua dapur sudah kami buatkan IPAL. Kami juga baru koordinasi dengan pihak DLH,” tegasnya.