Sebelumnya pada Sabtu pagi, kepala komite penyelamatan, Abdelhadi Temrani, mengatakan: "Tidak mungkin untuk menentukan kondisi anak sama sekali saat ini. Tapi kami berharap kepada Tuhan bahwa anak itu masih hidup.'

Bekerja tanpa henti melalui kegelapan semalaman, di bawah lampu sorot yang kuat yang memberikan suasana suram ke tempat kejadian, para pekerja menggali terowongan horizontal untuk mencapai kantong tempat Rayan berada.

Tim pencari pertama kali menggunakan lima buldoser untuk menggali secara vertikal hingga kedalaman lebih dari 31 meter, menurut kantor berita resmi MAP Maroko.

Kemudian pada hari Jumat, mereka mulai menggali terowongan horizontal untuk mencapai bocah yang terperangkap saat para ahli teknik topografi dipanggil untuk meminta bantuan.

Pekerjaan harus dihentikan sementara karena khawatir tanah di sekitar sumur bisa runtuh, tetapi kemudian dilanjutkan kembali.

Staf medis, termasuk spesialis dalam resusitasi, berada di lokasi untuk merawat bocah itu begitu dia ditarik keluar, dengan helikopter yang bersiaga untuk membawanya ke rumah sakit terdekat.

Pemerintah Maroko sebelumnya mengatakan semua upaya sedang dilakukan untuk membantu menyelamatkan bocah itu.

Drama tersebut telah memicu curahan simpati online, dengan tagar bahasa Arab #SaveRayan menjadi tren di seluruh Afrika Utara.

'Penyelamat benar-benar dalam proses memindahkan gunung untuk menyelamatkan #Rayan kecil. Saya berharap upaya mereka tidak sia-sia dan mereka yang berdoa untuknya akan melihat doa mereka terkabul," tulis seorang pengguna internet. (*)

Editor: Erna Djedi