WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan memaparkan kondisi terkini kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, saat kunjungan ke Posko Siaga Karhutla Lapangan 1, Jalan Tegal Arum, kawasan Guntung Damar, Banjarbaru, Kamis (10/9/2026).

Laporan tersebut disampaikan Kepala BPBD Kalsel, Ronny Eka Saputra yang menjelaskan bahwa hingga saat ini telah terjadi 2.693 kejadian karhutla di Kalimantan Selatan dengan total luasan lahan terbakar sekitar 20.000 hektare.

Namun, berdasarkan kondisi terkini, luasan lahan yang masih terbakar diperkirakan kurang dari 40 hektare.

“Kalau dibandingkan dengan jumlah kejadian sebelumnya, tahun 2026 ini hanya sekitar 10 persen dari tahun 2023,” kata Ronny dalam paparannya kepada Wapres.

Menurutnya, pada 2023 luasan kebakaran hutan dan lahan di Kalsel mencapai sekitar 190.000 hektare, sedangkan pada 2026 berada di kisaran 20.000 hektare.

Baca juga: Kebakaran Rumah di Tabalong, Balita 3 Tahun Meninggal Dunia

Baca juga: Keluar Pesawat Langsung Pakai Masker, Wapres Gibran Kunjungi Sekolah Kalteng di Tengah Kabut Asap

Ronny menyebut sejumlah daerah menjadi wilayah dengan kejadian karhutla tertinggi, yakni Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru dan Kabupaten Tanah Laut.

Sementara berdasarkan luasan lahan terbakar, wilayah tertinggi berada di Kabupaten Banjar, Hulu Sungai Selatan dan Tanah Laut.

Saat ini, terdapat sejumlah kabupaten/kota yang telah berstatus siaga darurat karhutla.

Penanganan karhutla di tingkat Provinsi Kalsel sendiri telah ditetapkan melalui status siaga darurat mulai 6 Juli hingga 31 Oktober 2026.

Selain itu, Pos Komando Penanggulangan Darurat Karhutla telah diaktifkan sejak 7 Juli 2026.

Sehingga pemerintah dapat mengerahkan seluruh sumber daya, baik instansi vertikal maupun horizontal, dalam penanganan karhutla.

Guntung Damar Jadi Prioritas

BPBD Kalsel membagi wilayah penanganan menjadi tiga area prioritas. Area pertama berada di sekitar Banjarbaru dan kawasan Bandara Internasional Syamsudin Noor, area kedua di wilayah utara Kalsel, serta area ketiga meliputi wilayah timur dan selatan.

Kawasan Guntung Damar dan sekitarnya menjadi prioritas utama karena terdapat objek vital nasional Bandara Internasional Syamsudin Noor.