Laporan ke Wapres Gibran BPBD Sebut Terjadi 2.693 Karhutla, 20 Ribu Hektare Lahan Terbakar
“Area satu ini ada objek vital nasional yaitu Bandara Syamsudin Noor sehingga kami memprioritaskan area ini sebagai prioritas utama penanggulangan,” jelas Ronny.
Untuk mendukung penanganan, sekitar 1.700 personel disiapkan setiap hari di seluruh wilayah Kalsel. Khusus tiga wilayah prioritas di kawasan sekitar bandara, sekitar 900 personel dikerahkan setiap hari lengkap dengan peralatan pendukung.
Gambut Jadi Tantangan Terbesar
Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah kondisi lahan gambut yang sangat mudah mengering akibat panjangnya periode tanpa hujan.
Upaya pembasahan gambut telah dilakukan melalui pembangunan kanal dan pintu-pintu air bersama Balai Wilayah Sungai dan instansi terkait.
Namun, kemarau panjang membuat permukaan air cepat turun sehingga kanal yang sebelumnya berfungsi sebagai sumber pembasahan ikut mengering.
BPBD kemudian mengerahkan lebih dari 100 mesin dompeng untuk mengalirkan air ke kanal dan melakukan pembasahan lahan gambut.
“Air sudah tidak bisa lagi mengalir secara alami akibat elevasi yang cukup jauh, sampai dengan paling tinggi 15 meter dari sumber air di irigasi,” ungkapnya.
Selain pemadaman darat, di kawasan Pengayuan juga disiapkan bioplock portable dari Polda Kalsel, sementara dukungan udara dilakukan melalui operasi water bombing.
Karhutla di lahan gambut dinilai jauh lebih sulit ditangani karena api dapat bertahan di bawah permukaan tanah hingga berbulan-bulan.
Sebaliknya, kebakaran di lahan mineral relatif lebih cepat dikendalikan apabila segera ditemukan oleh tim darat maupun patroli udara.
Patroli Udara Temukan Titik Api Baru
Dari hasil patroli udara pada Kamis pagi, ditemukan titik-titik api baru. Salah satu helikopter patroli menemukan sekitar 15 titik, sementara helikopter lainnya mendeteksi hingga 22 titik dengan luasan sekitar 329 hektare.
Menurut BPBD, temuan tersebut masih dapat segera ditangani apabila berada di lahan mineral.
Namun, penanganan menjadi lebih kompleks jika titik api berada di kawasan gambut.
Untuk mendeteksi titik panas di bawah permukaan tanah, Satgas juga memanfaatkan drone thermal serta inovasi penanganan gambut yang dikembangkan Polda Kalsel, termasuk teknologi penyuntikan gambut dan penggunaan cairan surfaktan.